SULI: Merugi Rp145 Miliar….

PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) mencetak rugi bersih senilai Rp145,63 miliar hingga 3Q09 dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba bersih Rp888,53 juta. Pada 3Q09, beban pokok pendapatan pendapatan perseroan telah melebihi pendapatan usahanya, yakni senilai Rp549,28 miliar. Kondisi itu membuat perseroan membukukan rugi kotor Rp120,5 miliar. (Investor/nlt)

Advertisements

Stocks tumble on worries about jobs, European debt- AP

By Tim Paradis, AP Business Writer , On Thursday February 4, 2010, 9:27 pm EST

NEW YORK (AP) — Stocks buckled Thursday under the growing belief that the global economy is weaker than many investors expected and likely to stop companies from hiring. The Dow Jones industrials briefly traded below 10,000 for the first time in three months.

A flood of bad news, including rising debt levels in European nations and an unexpected jump in the number of Americans filing for unemployment benefits, had investors pulling money out of assets like stocks and commodities that look increasingly risky. Fears of more disappointing news Friday, when the government issues its January employment report, contributed to the slide.

BI Rate Tetap 6,5%

Sesuai prediksi, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 6,5%. Ini merupakan kali keenam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menahan BI Rate. Level tersebut dinilai masih aman untuk menjaga target inflasi tahun 2010 di level 5% plus minus 1% serta kondusif bagi upaya pemulihan ekonomi. (kontan/uth)

Aset Perbankan Tembus 2,5 Kuadriliun

Aset industri perbankan pada akhir tahun lalu mencapai Rp2,5 kuadriliun atau bertambah Rp224 dari akhir 2008. Bila dibandingkan dengan posisi akhir 2000 aset ini tumbuh lebih dari dua kali lipat. Berdasarkan data BI, dalam 9 tahun terakhir rata-rata aset bank tumbuh 6,6% atau sekitar Rp167,1 T per tahun. Pada 2000 nilai aset baru mencapai Rp1.030,5 T. Adapun dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir 2009 tercatat sebesar Rp1.973 T atau naik 12,5% (Rp220 T) jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp1.753 T.(bisnis/yc)