Memahami Organisasi Pengelolaan Pajak di The Australian Taxation Office (ATO) Canberra

DSCF0021The Australian Taxation Office (ATO) adalah lembaga hukum dan lembaga yang bertugas mengumpulkan pendapatan negara berupa pajak yang terdiri dari pajak penghasilan, pajak barang dan jasa (GST) serta pajak Pemerintah Australia lainnya. Disamping itu ATO juga memiliki tanggung jawab untuk mengelola Australian Business Register (ABN), memberikan program pinjaman pendidikan tinggi, mengelola pembayaran, mengelola sistem pensiun dan manajer operasi bisnis dari Kantor Penilaian Pemerintah Australia. Tanggung jawab operasional ATO berada dalam portofolio Treasurer of the Commonwealth of Australia. Dengan demikian sebagai agen pengumpul pendapatan utama dari Pemerintah Australia, ATO juga memberikan berbagai program manfaat sosial, ekonomi dan juga insentif bagi masyarakat Australia.

Sejarah ATO

IMG_0860Setelah terbentuknya negara federasi pada tahun 1901, sumber utama pendapatan negara persemakmuran sebagian besar diperoleh dari  indirect customs dan excise on duties yang berasal dari produksi barang lokal maupun impor. Perubahan sumber pendapatan negara mulai terjadi ketika pemerintah prihatin terhadap adanya sebagian besar wilayah yang kurang dimanfaatkan secara maksimal sehingga kemudian mulai diperkenalkannya Undang-Undang pajak federal yaitu: the Bank Notes Tax Act 1910, the Land Tax Act 1910 dan the Land Tax Assessment Act 1910. UU tersebut dierkenalkan setelah Andrew Fisher memenangkan pemilu federal Australia tahun 1910 untuk Partai Buruh Australia. George Mckay diangkat sebagai the first Commissioner of Land Taxation pada 11 November 1910.

Pada tahun pertama Komisaris McKay yang beranggotakan 105 petugas pajak melakukan penilaian dan menentukan pajak terhadap 15.000 bidang tanah dan berhasil mengumpulkan pajak sebanyak £ 1,3-1,4 juta. Selama 10 tahun berikutnya, pemerintah memperkenalkan beberapa jenis pajak baru, hal ini dilakukan terutama untuk mendanai partisipasi Australia dalam Perang Dunia I. Pada akhir dekade, pemerintah sudah mempekerjakan 1.565 orang dan berhasil mengumpulkan pajak sebanyak £ 10,45 juta.

Formulir perpajakan pertama kali diperkenalkan pada 10 Januari 1911 dan mulai saat itu kantor pajak dapat melakukan penilaian terhadap pemilik lahan untuk menentukan kewajiban pajak terhadap tanah mereka.  Pada saat itu pajak ini tidak populer. Penilaian terhadap lahan menjadi cukup kontroversial dengan dihasilkannya lebih dari 1.800 banding dan keberatan yang diterima pada pertengahan tahun 1913.

Dewasa ini menurut laporan tahunan ATO pada 2013-14, ATO sudah mempekerjakan sekitar 24 ribu orang. Pada tahun 2012-13, ATO sudah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $ 313,082 miliar yang berasal dari pajak pendapatan individu, pajak penghasilan perusahaan, barang dan jasa (GST ), cukai, dan lain-lain.

Organisasi ATO

Organisasi tertinggi di ATO terdiri dari Tax Commisioner dan tiga Second Tax Commisioner masing-masing ditunjuk untuk jangka waktu tujuh tahun. Tax Commisioner bertanggung jawab atas administrasi umum sistem perpajakan dan organisasi ATO secara keseluruhan. Manajemen operasi ATO dikelola melalui tiga kelompok yang dipimpin oleh tiga Second Tax Commisioner. Ketiganya tersebut adalah:

  1. Compliance
  2. People, Systems and Services
  3. Law, Design and Practice

Selama berdirinya ATO telah dipimpin oleh dua belas orang Komisaris Perpajakan:

  • George McKay – 1910-1916
  • Robert Ewing – 1917-1939
  • Lawrence Jackson – 1939-1946
  • Patrick McGovern – 1946-1961
  • John O’Sullivan – 1961-1963
  • Daniel Canavan – 1963-1964
  • Edward Cain – 1964-1976
  • William (Bill) O’Reilly – 1976-1984
  • Trevor Boucher – 1984-1993
  • Michael Carmody – 1993-2005
  • Michael D’Ascenzo – 2005-2012
  • Chris Jordan – 2013 sampai sekarang.

Chris Jordan diangkat sebagai Commissioner dan Panitera Australian Business Register pada tanggal 1 Januari 2013. Jordan memiliki pengalaman panjang di bidang perpajakan. Pada awalnya dia merupakan salah seorang yang memegang peranan penting di sektor swasta dan disamping itu juga sebagai penasihat pemerintah. Dia menjabat ketua dewan Perpajakan (Juni 2011- Desember 2012). Sebelumnya menjabat sebagai Chair of KPMG New South Wales, Partner in Charge New South Wales Tax dan Bagian Hukum KPMG. Dia juga menjabat sebagai Chair of the Business Tax Working Group dan Chair of the New Tax System Advisory Board.

Sebagai sebuah badan yang tergabung di dalam portofolio Treasury, ATO bertanggung jawab kepada Menteri berikut:

  • Treasurer, the Hon Joe Hockey MP. Bertanggung jawab pada keseluruhan masalah terkait kebijakan portofolio Treasury.
  • Acting Assistant Treasurer, Senator the Hon Mathias Cormann. Bertanggung jawab kepada ATO efektif dari 19 Maret 2014 sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Komite Eksekutif ATO terdiri dari:

  1. Commissioner of Taxation and Registrar of the Australian Business Register: Chris Jordan AO
  2. Second Commissioner People, Systems and Services: Geoff Leeper. Membidangi IT, keuangan, sumber daya manusia, pelayanan, pengelolaan hutang dan jasa perusahaan. Bertanggung jawab pengawasan Australian Business Register (ABR) dan Standard Business Reporting(SBR),
  3. Second Commissioner Compliance: Neil Olesen. Bertanggung jawab terhadap ATO compliance group. Memimpin tim Audit dan Komite Risiko ATO,
  4. Second Commissioner Law Design and Practice: Andrew Mills. Bertanggung jawab pada masalah hukum, interpretasi hukum, penyelesaian sengketa dan desain hukum,
  5. First Assistant Commissioner ATO Corporate: Sue Sinclair. Berperan dalam pengelolaan organisasi dan bekerja secara langsung dengan Komisaris serta pemimpin senior untuk membangun budaya berbasis nilai transparansi dan akuntabilitas. Bertanggung jawab pula atas tata kelola internal, hubungan eksternal, penasihat umum, komunikasi publik, penerbitan, manajemen informasi, informasi digital, audit internal, pencegahan penipuan dan investigasi internal.
  6. First Assistant Commissioner ATO People: Jacqui Curtis. Berperan dalam memberikan dukungan kepada seluruh organisasi untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi sesuai harapan masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan tenaga kerja terampil dengan integritas tinggi dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  7. Chief Finance Officer ATO Finance: Frances Cawthra. Berperan sebagai penasehat kunci Komisaris dan ATO Eksekutif. Memastikan bahwa strategi organisasi mendapat dukungan keuangan.

Comm ATO

Arah dan Strategi ATO

Misi:

We contribute to the economic and social wellbeing of Australians by fostering willing participation in our tax and superannuation systems.

Visi:

We are a leading tax and superannuation administration, known for our contemporary service, expertise and integrity.

Nilai-nilai organisasi:

We are impartial, committed to service, accountable, respectful and ethical.

Tujuan organisasi:

  • Memudahan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi,
  • Membangun layanan bersifat kontemporer dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,
  • Membangun hubungan yang saling menghormati antara fiskus dan klien,
  • Membangun organisasi profesional dan produktif,
  • Membangun budaya dengan menggabungkan nilai-nilai yang dimiliki organisasi dan mengubah prilaku klien,
  • Menyederhanakan interaksi, memaksimalkan otomatisasi dan mengurangi biaya operasi,
  • Terhubung dengan masyarakat dan instansi lain,
  • Menyusun kebijakan yang efektif dan menjamin kepastian hukum,
  • Menggunakan data dengan cerdas untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, pelayanan dan kepatuhan,
  • Meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk mengoptimalkan kemampuan dan kinerja organisasi.

goal

ATO Strategic Intent

DSCF0005ATO ingin menjadi bagian yang relevan dan berharga bagi masyarakat Australia dalam jangka panjang, terpercaya dan dihormati baik di dalam negeri maupun internasional dan ingin dianggap sebagai organisasi terkemuka oleh semua pemangku kepentingan.

Dalam menjalankan operasinya ATO menerapkan fungsi kontrol pengelolaan pajak secara efektif dan efisien serta menjalankan sistem pengelolaan pensiun secara adil, efisien dan berkelanjutan. Dimana pajak dan sistem pensiun diakui dan dihargai sebagai bagian penting dari komunitas pajak di Australia.

Reinventing ATO akan menghasilkan budaya, produk dan layanan yang berbeda, hubungan yang kuat kepada masyarakat, peningkatan produktivitas kerja serta keterbukaan dan kemauan untuk berubah.

str intent

ATO Conporate Plan

The Australian Taxation Office saat ini telah berada pada implementasi jalur perubahan sistem administrasi perpajakan moderen. Perjalanan organisasi selama beberapa tahun ke depan akan fokus pada mengubah cara organisasi beroperasi agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. ATO telah menciptakan sebuah program yang didedikasikan untuk mengubah pengalaman klien dalam berinteraksi, sementara ATO akan terus memberikan layanan pelanggan berkualitas tinggi. Tahun ini ATO merilis pernyataan visi, misi dan nilai-nilai baru sebagai sinyal komitmen yang tulus untuk terus berubah. ATO fokus pada pembagunan budaya integritas dan membuat perubahan budaya yang diperlukan untuk menyelaraskan dengan perubahan pengalaman klien.

“Keputusan investasi yang dilakukan oleh ATO sangat strategis dan ATO berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial warga Australia”

(ATO Executive Committee: Chris Jordan, Geoff Leeper, Neil Olesen, Andrew Mills, Sue Sinclair, Frances Cawthra and Jacqui Curtis)

ATO IT Strategy

Influence on ATO IT Strategy

Strategi pengembangan IT ATO adalah merupakan elemen kunci untuk mendukung dan membantu mendorong transformasi organisasi yang sedang dicanangkan. Dengan upaya membangun fondasi yang kuat, ATO melakukan perubahan mendasar pada cara bekerja untuk mengakomodasi besarnya harapan masyarakat dan pemerintah. Pada tataran praktis, reinventing ATO akan menghasilkan budaya bekerja yang berbeda, produk dan layanan baru, hubungan masyarakat yang kuat, peningkatan produktivitas kerja dan kemauan untuk berubah.

Masyarakat Australia berharap agar ATO dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan kemajuan layanan teknologi seperti organisasi jasa lainnya pada waktu dan tempat yang nyaman bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk menggunakan saluran interaksi yang mereka sukai. Masyarakat Australia mengharapkan ATO dapat memahami interaksi yang telah dilakukan masyarakat sebelumnya dan menyesuaikan layanan sesuai dengan keinginannya. Kesimpulan dari hal itu adalah bahwa ATO perlu berkembang dan mengikuti perubahan sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat. Lingkungan global telah mengalami kemajuan yang semakin pesat dalam penggunaan teknologi untuk kepentingan analisis, sosial, mobile dan cloud. Strategi TI ATO dikembangkan mengikuti tren ini. Seluruh instansi pemerintah di Australia diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh warga secara terpadu. Peningkatan layanan terpadu dengan mengadopsi teknologi digital dan melakukan penyelarasan dengan program-program digital yang digagas Pemerintah terdahulu seperti myGov Digital.

Sebelumnya, The Australian Public Service Commission telah melakukan review secara sistematis terhadap kapabilitas organisasi ATO dan menemukan 5 area prioritas yang perlu dikembangkan. Kelima prioritas tersebut adalah:

  1. Developing forward looking enterprise wide strategy,
  2. Developing ICT efficiency and agility,
  3. Building the future workforce,
  4. Streamlining governance arrangements and structures,
  5. Improving external connectedness.

IT Strategy Focus area

Membangun kelincahan, kecerdasan dan efisiensi adalah jantung dari Strategi IT yang dikembangkan oleh ATO. Strategi tersebut akan mengarahkan bagaimana ATO berinvestasi, mendesain dan memberikan layanan terkini bagi masyarakat. Hal ini akan menjadikan ATO dapat beroperasi secara efektif untuk mengelola perubahan, bekerja sebagai organisasi profesional dan produktif dalam mengembangkan produk dan layanan kepada klien internal dan eksternal. Dengan strategi IT tersebut memungkinkan ATO untuk meningkatkan produktifitas kegiatan inti dan membantu mengubah prilaku klien, berfokus membangun kemampuan teknologi yang tepat, lingkungan dan budaya operasi yang optimal, dan mendukung perubahan bisnis kearah digital. Seluruh informasi akan dikumpulkan, dibagi dan dikelola sebagai aset perusahaan yang dinamis, dan digunakan untuk menyediakan layanan digital kontemporer dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Area fokus strategis ATO adalah:

  1. End-to-end digital service delivery
  2. Insight and intelligence
  3. Digital working environment
  4. Reinventing how our IT services operate
  5. End-to-end digital service delivery

Masyarakat Australia mengharapkan interaksi dengan ATO dapat berjalan secara nyaman, terpadu dan dapat pula diakses melalui layanan kontemporer. Mengakomodasi keinginan para pemangku kepentingan untuk dapat berinteraksi secara digital dengan ATO. Untuk mencapai hal ini, ATO akan merancang dan memberikan layanan digital secara penuh sehingga seolah-olah proses administrasi melalui kertas seakan menjadi tidak pernah ada.

Insight and intelligence

Data yang dimiliki menjadi aset penting dan ATO harus menggunakannya secara maksimal sebagai sarana pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menguji kepatuhan dan memberikan pelayanan berdasarkan perilaku wajib pajak. Hal ini juga berfungsi untuk menurunkan wawasan prediktif dan meningkatkan kemampuan intelijen dari aset data yang dimiliki.

ATO Performance Summary

perform

ATO Client

client

ATO Lodgement

lodge

ATO Workforce

work

ATO in the Future

Easy for people to participate We will design and operate the tax and superannuation systems for the majority of taxpayers who do the right thing, rather than for the few who don’t.

Contemporary and tailored service : People expect convenient and accessible service in their dealings with a contemporary service organisation.

Purposeful and respectful relationships : To succeed in the future, we must have a greater connection with, and understanding of, the community, government and stakeholders and their needs and expectations.

Professional and productive organisation : Delivering our change agenda and business improvements is about backing our words with actions. This is about leading and managing well, and mobilising and motivating our people.

DSCF0279

With ATO Commisioners and AIPEC team

Advertisements

About Eddhi Wahyudi H

Location: Jakarta, Indonesia Employer: Directorate Generale of Tax, Ministry of Finance Republic of Indonesia. Interest: Indonesian Property Tax System, Financial Management, Strategic Management
This entry was posted in Pajak and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Memahami Organisasi Pengelolaan Pajak di The Australian Taxation Office (ATO) Canberra

  1. rina says:

    boleh saya tanya pak,bagaimana sistem perpajakan di australia? apakah sama dengan indonesia ? Apakah australia mengenal sistem penyitaan seperti indonesia? bagaimana prosesnya ?

  2. Yuni says:

    Mohon bantuannya pak apakah bapak punya contoh Form Pelaporan WHT oleh perusahaan australia? karena kebetulan Perusahaan kami dipotong WHT sebesar 10% oleh perusahaan Australia. Kami hanya ingin memastikan bahwa dokumen yang diberikan kpd kami tidak bermasalah pada saat kami kreditkan nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s