Renungan Menyambut Tahun 1431 Hijriah dan 2010 Masehi

Terinspirasi dari pengajian eksekutif Masjid Sahahuddin DJP 10 Desember 2009…..

Kematian adalah Sunnatullah yang merefleksikan kenyataan bahwa sebagai makhluk, kita tidak bisa sama dengan Pencipta. Adanya kematian disatu sisi mencerminkan adanya kehidupan di sisi lain. Ketika kita menyadari bahwa setiap makhluk pada akhirnya akan mati, haruslah disadari pula bahwa ada dzat yang maha hidup yang tidak akan pernah mati yang terus memberi kehidupan, yaitu Allah swt. Karena adanya kematian sudah merupakan ketetapan dari Allah swt. Dan kita tidak dapat menolaknya, maka kini tinggallah bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Seorang penyair berkata bahwa setiap manusia, betapa pun panjang umurnya kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda. Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah .

Tiap orang mesti sadar, bahwa ia akan mati. Itu sudah satu kepastian. Kapan, dimana, dan bagaimana hanyalah persoalan waktu, tempat dan cara. Masalahnya  adalah bahwa setiap kita tidak ada yang tahu kapan kita akan menghadapi kematian. Dimana maut akan menjemput kita, dan bagaimana kita mati. Itu sebabnya, karena kita tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana kita mati, maka kita harus senantiasa siap untuk itu, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun.

Sesungguhnya, kesadaran ini saja cukup untuk membuat seorang muslim senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang tidak diridhai Allah swt. Bila ia sadar bahwa ia akan mati namun tidak tahu kapan dan dimana maut menjemput, maka tentu ia akan berusaha tetap dalam kondisi taqwa, sehingga tatkala ajal datang ia akan termasuk orang yang cerita hidupnya di dunia tamat dengan happy ending (khusnul khatimah). Allah berfirman dalam Quran Surat Ali Imran ayat 185 : ”Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga,maka sungguh ia telah beruntung, Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.

Jadi semua makhluk ciptaan Tuhan yang bernyawa seperti tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia semua akan menemui kematian, hal ini sudah merupakan sebuah siklus yang berjalan secara alamiah, manusia tidak akan mungkin hidup selamanya. Bagaimana perasaan anda jika besok atau bahkan setelah ini tiba-tiba maut menjemput ? Dengan sangat berhati-hati dan hanya bisa merenung dalam hati ditambah penuh rasa keraguan kita kemudian akan menjawab dengan jujur saja setengah takut setengah tidak, sebab siap tidak siap akhirnya kalau saatnya pun tiba ajal akan menjemput setiap orang harus mati juga kan ?

Sambungan ayat tersebut menerangkan bahwa janganlah kehidupan dunia ini membuat kamu lalai dengan kehidupan akhirat, sebab kehidupan yang sebenarnya justru kehidupan setelah mati, sedang kehidupan kita yang sekarang ini cuma sementara.  Makanya kita disuruh untuk mengingat mati, bukannya takut akan mati, karena kehidupan dunia ini akan berakhir pada kematian sedang kehidupan setelahnya itu adalah sebuah kehidupan yang kekal dan tak berakhir.

Namun sebelum melewati kehidupan itu, ada waktu di mana setiap manusia berpindah dari dimensi yang penuh tipu daya menuju dimensi abadi sesuai dengan amalannya. Pada waktu itu, manusia akan melayangkan pandangannya yang terakhir kali kepada anak dan kerabatnya, dirinya akan memandang dunia ini untuk kali yang terakhir. Di saat itulah, tanda-tanda sekarat akan nampak di wajahnya. Muncul rasa sakit dan tarikan nafas yang teramat dalam dari lubuk hatinya. Pada saat itu manusia akan mengetahui betapa hinanya dunia ini. Dan di saat itu pula, dirinya akan menyesali setiap waktu yang telah disia-siakannya selama ini.

Sebaiknya kita mengetahui bahwa sesungguhnya pengasingan yang sebenarnya adalah pengasingan dalam liang lahad tatkala diri dibungkus kain kafan. Tidakkah anda membayangkan bagaimana anda diletakkan di atas dipan, tiba-tiba tangan para handai taulan mengguncang tubuh anda (agar anda tersadar). Sekarat semakin keras anda alami dan kematian menarik ruh anda di setiap urat. Kemudian ruh tersebut kembali menuju kepada Pencipta-Nya.

Para kerabat pun datang dan siap menyalati anda, kemudian membawa dan menurunkan jasad anda ke dalam kubur. Didalam kubur sendirian, tanpa seorang pun yang menemani. Orang tua dan kerabat tidak lagi ada yang menemani. Di sanalah seorang akan merasakan keterasingan dan ketakutan yang luar biasa. Dalam sekejap, hamba akan berpindah dari sebuah dimensi dunia yang hina menuju sebuah dimensi lain yang dipenuhi kenikmatan jika dirinya termasuk seorang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal yang shalih. Atau sebaliknya, dia akan menuju sebuah dimensi kesengsaraan dan dipenuhi azab yang pedih, bila dirinya termasuk seorang yang buruk amalnya dan senang mendurhakai Sang Pencipta. Sisi kehidupan dunia yang menipu telah dilipat menjadi sebuah lembaran sejarah.  Namun perlu diingat tidak ada satupun dari rencana Allah berdimensi negatif, semuanya pasti indah, tinggal dari sisi mana kita melihatnya.

Mulailah menyadari dan rehatlah sejenak serta mari berintrospeksi diri. Jika kita termasuk golongan yang bersegera dalam melaksanakan ketaatan dan peribadatan kepada Allah serta menjauhi maksiat dan kedurhakaan kepada-Nya, maka pujilah Allah atas nikmat tersebut, mohonlah keteguhan kepada-Nya hingga maut datang menjemput dan dengan seizin Allah kenikmatan akan anda raih tanpa ada yang merebutnya darimu. Namun, jika anda tidak termasuk di dalamnya, maka segeralah bertaubat kepada Allah dan kembalilah ke jalan petunjuk.

Advertisements

About Eddhi Wahyudi H

Location: Jakarta, Indonesia Employer: Directorate Generale of Tax, Ministry of Finance Republic of Indonesia. Interest: Indonesian Property Tax System, Financial Management, Strategic Management
This entry was posted in Religi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s