Category Archives: Pajak

Frequently Ask Question (FAQ) Terkait e-Filing

lapor SPT

Apa yang dimaksud dengan e-Filing?

e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan PPh secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (https://djponline.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP). Layanan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak hanya melayani penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi yang menggunakan Formulir 1770 S dan 1770 SS.

Apa yang dimaksud dengan e-FIN?

Electronic Filing Identication Number (e-FIN) adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak kepada Wajib Pajak yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan e-Filing.

Bagaimana cara mengajukan permohonan untuk memperoleh e-FIN?

Permohonan untuk memperoleh e-FIN dapat disampaikan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat dengan cara sebagai berikut:

  1. mengisi dan menandatangani Formulir Permohonan e-FIN;
  2. melampirkan fotokopi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Keterangan Terdaftar dan Kartu Tanda Penduduk;
  3. menunjukkan surat kuasa khusus bermeterai dan fotokopi identitas Wajib Pajak dalam hal
  4. permohonan disampaikan oleh kuasa Wajib Pajak;
  5. membawa kartu identitas diri Wajib Pajak atau kuasanya untuk ditunjukkan kepada petugas pajak.

Apa yang harus dilakukan oleh Wajib Pajak setelah memperoleh e-FIN agar dapat memanfaatkan layanan e-Filing?

  1. Wajib Pajak harus mendaftarkan diri melalui website Direktorat Jenderal Pajak (djponline.pajak.go.id) paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN;
  2. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi Form Registrasi e-Filing pada website DJP dan Wajib Pajak diwajibkan untuk mencantumkan alamat surat elektronik (email address) dan nomor telepon seluler (handphone) yang valid dan aktif sebagai sarana untuk pengiriman kode verikasi, notikasi, dan Bukti Penerimaan Elektronik pada proses e-Filing;
  3. Setelah proses registrasi berhasil maka Wajib Pajak akan menerima email yang berisi username, password, dan tautan untuk mengaktifkan akun e-Filing;
  4. Dengan meng-klik link tautan atau menyalin link tautan dalam browser maka akun e-Filing sudah diaktifkan dan wajib Pajak dapat melakukan login untuk masuk dalam akun e-Filing.

Apakah e-SPT sama dengan e-Filing?

e-SPT adalah data SPT Wajib Pajak dalam bentuk elektronik yang dibuat oleh Wajib Pajak dengan menggunakan aplikasi e-SPT sedangkan e-Filing adalah cara penyampaian e-SPT secara online dan real time melalui internet.

Cara Penyampaian SPT Tahunan PPh secara e-Filing melalui https://djponline.pajak.go.id :

efin

AR

Cara Mudah isi SPT PPh 1770 S dan SS Menggunakan Efiling

SPT efilingIsi SPT PPh sekarang bisa dilakukan di rumah, di cafe, sambil nyantai. Silakan gunakan efilng di https://djponline.pajak.go.id

 

 

Bangga membayar pajak !!

Siapkan SPT PPh Anda, Sampaikan Secara On line lewat eFiling Saja !!

efiling_0_0

“… kini tidak perlu harus antri di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama atau tempat-tempat tertentu seperti Drop Box, hanya untuk daftar NPWP atau menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) anda, lakukan sendiri saja di rumah, di café atau tempat-tempat lainnya dengan santai mengunakan internet via DJP On line …”

Salah satu bentuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan Wajib Pajak, serta menekan biaya usaha maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperluas jaringan pendaftaran dan penyampaian SPT PPh secara online yaitu melalui https://djponline.pajak.go.id/account/login.

Layanan On line ini mengurangi dampak antrian di counter/loket KPP Pratama dan mempersingkat waktu serta biaya administrasi, disamping itu membantu DJP mengkampayekan Green Administration. Bayangkan Anda harus bersusah payah menunggu antrian penyampaian SPT di KPP Pratama, jika ada yang ingin anda tanyakan anda juga dapat langsung menghubungi layanan Kring Pajak 500200. Caranya cukup mudah, anda tinggal mengakses website DJP di www.pajak.go.id kemudian klik icon efiling untuk penyampaian SPT PPh secara On line. Bagi yang belum terbiasa, silakan menghubungi Kring Pajak 500200 untuk memandu anda.

Selamat mencoba…. Membayar Pajak Bukti Peduli pada Indonesia….

Memahami Organisasi Pengelolaan Pajak di The Australian Taxation Office (ATO) Canberra

DSCF0021The Australian Taxation Office (ATO) adalah lembaga hukum dan lembaga yang bertugas mengumpulkan pendapatan negara berupa pajak yang terdiri dari pajak penghasilan, pajak barang dan jasa (GST) serta pajak Pemerintah Australia lainnya. Disamping itu ATO juga memiliki tanggung jawab untuk mengelola Australian Business Register (ABN), memberikan program pinjaman pendidikan tinggi, mengelola pembayaran, mengelola sistem pensiun dan manajer operasi bisnis dari Kantor Penilaian Pemerintah Australia. Tanggung jawab operasional ATO berada dalam portofolio Treasurer of the Commonwealth of Australia. Dengan demikian sebagai agen pengumpul pendapatan utama dari Pemerintah Australia, ATO juga memberikan berbagai program manfaat sosial, ekonomi dan juga insentif bagi masyarakat Australia.

Sejarah ATO

IMG_0860Setelah terbentuknya negara federasi pada tahun 1901, sumber utama pendapatan negara persemakmuran sebagian besar diperoleh dari  indirect customs dan excise on duties yang berasal dari produksi barang lokal maupun impor. Perubahan sumber pendapatan negara mulai terjadi ketika pemerintah prihatin terhadap adanya sebagian besar wilayah yang kurang dimanfaatkan secara maksimal sehingga kemudian mulai diperkenalkannya Undang-Undang pajak federal yaitu: the Bank Notes Tax Act 1910, the Land Tax Act 1910 dan the Land Tax Assessment Act 1910. UU tersebut dierkenalkan setelah Andrew Fisher memenangkan pemilu federal Australia tahun 1910 untuk Partai Buruh Australia. George Mckay diangkat sebagai the first Commissioner of Land Taxation pada 11 November 1910.

Pada tahun pertama Komisaris McKay yang beranggotakan 105 petugas pajak melakukan penilaian dan menentukan pajak terhadap 15.000 bidang tanah dan berhasil mengumpulkan pajak sebanyak £ 1,3-1,4 juta. Selama 10 tahun berikutnya, pemerintah memperkenalkan beberapa jenis pajak baru, hal ini dilakukan terutama untuk mendanai partisipasi Australia dalam Perang Dunia I. Pada akhir dekade, pemerintah sudah mempekerjakan 1.565 orang dan berhasil mengumpulkan pajak sebanyak £ 10,45 juta.

Formulir perpajakan pertama kali diperkenalkan pada 10 Januari 1911 dan mulai saat itu kantor pajak dapat melakukan penilaian terhadap pemilik lahan untuk menentukan kewajiban pajak terhadap tanah mereka.  Pada saat itu pajak ini tidak populer. Penilaian terhadap lahan menjadi cukup kontroversial dengan dihasilkannya lebih dari 1.800 banding dan keberatan yang diterima pada pertengahan tahun 1913.

Dewasa ini menurut laporan tahunan ATO pada 2013-14, ATO sudah mempekerjakan sekitar 24 ribu orang. Pada tahun 2012-13, ATO sudah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $ 313,082 miliar yang berasal dari pajak pendapatan individu, pajak penghasilan perusahaan, barang dan jasa (GST ), cukai, dan lain-lain.

Organisasi ATO

Organisasi tertinggi di ATO terdiri dari Tax Commisioner dan tiga Second Tax Commisioner masing-masing ditunjuk untuk jangka waktu tujuh tahun. Tax Commisioner bertanggung jawab atas administrasi umum sistem perpajakan dan organisasi ATO secara keseluruhan. Manajemen operasi ATO dikelola melalui tiga kelompok yang dipimpin oleh tiga Second Tax Commisioner. Ketiganya tersebut adalah:

  1. Compliance
  2. People, Systems and Services
  3. Law, Design and Practice

Selama berdirinya ATO telah dipimpin oleh dua belas orang Komisaris Perpajakan:

  • George McKay – 1910-1916
  • Robert Ewing – 1917-1939
  • Lawrence Jackson – 1939-1946
  • Patrick McGovern – 1946-1961
  • John O’Sullivan – 1961-1963
  • Daniel Canavan – 1963-1964
  • Edward Cain – 1964-1976
  • William (Bill) O’Reilly – 1976-1984
  • Trevor Boucher – 1984-1993
  • Michael Carmody – 1993-2005
  • Michael D’Ascenzo – 2005-2012
  • Chris Jordan – 2013 sampai sekarang.

Chris Jordan diangkat sebagai Commissioner dan Panitera Australian Business Register pada tanggal 1 Januari 2013. Jordan memiliki pengalaman panjang di bidang perpajakan. Pada awalnya dia merupakan salah seorang yang memegang peranan penting di sektor swasta dan disamping itu juga sebagai penasihat pemerintah. Dia menjabat ketua dewan Perpajakan (Juni 2011- Desember 2012). Sebelumnya menjabat sebagai Chair of KPMG New South Wales, Partner in Charge New South Wales Tax dan Bagian Hukum KPMG. Dia juga menjabat sebagai Chair of the Business Tax Working Group dan Chair of the New Tax System Advisory Board.

Sebagai sebuah badan yang tergabung di dalam portofolio Treasury, ATO bertanggung jawab kepada Menteri berikut:

  • Treasurer, the Hon Joe Hockey MP. Bertanggung jawab pada keseluruhan masalah terkait kebijakan portofolio Treasury.
  • Acting Assistant Treasurer, Senator the Hon Mathias Cormann. Bertanggung jawab kepada ATO efektif dari 19 Maret 2014 sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Komite Eksekutif ATO terdiri dari:

  1. Commissioner of Taxation and Registrar of the Australian Business Register: Chris Jordan AO
  2. Second Commissioner People, Systems and Services: Geoff Leeper. Membidangi IT, keuangan, sumber daya manusia, pelayanan, pengelolaan hutang dan jasa perusahaan. Bertanggung jawab pengawasan Australian Business Register (ABR) dan Standard Business Reporting(SBR),
  3. Second Commissioner Compliance: Neil Olesen. Bertanggung jawab terhadap ATO compliance group. Memimpin tim Audit dan Komite Risiko ATO,
  4. Second Commissioner Law Design and Practice: Andrew Mills. Bertanggung jawab pada masalah hukum, interpretasi hukum, penyelesaian sengketa dan desain hukum,
  5. First Assistant Commissioner ATO Corporate: Sue Sinclair. Berperan dalam pengelolaan organisasi dan bekerja secara langsung dengan Komisaris serta pemimpin senior untuk membangun budaya berbasis nilai transparansi dan akuntabilitas. Bertanggung jawab pula atas tata kelola internal, hubungan eksternal, penasihat umum, komunikasi publik, penerbitan, manajemen informasi, informasi digital, audit internal, pencegahan penipuan dan investigasi internal.
  6. First Assistant Commissioner ATO People: Jacqui Curtis. Berperan dalam memberikan dukungan kepada seluruh organisasi untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi sesuai harapan masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan tenaga kerja terampil dengan integritas tinggi dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  7. Chief Finance Officer ATO Finance: Frances Cawthra. Berperan sebagai penasehat kunci Komisaris dan ATO Eksekutif. Memastikan bahwa strategi organisasi mendapat dukungan keuangan.

Comm ATO

Arah dan Strategi ATO

Misi:

We contribute to the economic and social wellbeing of Australians by fostering willing participation in our tax and superannuation systems.

Visi:

We are a leading tax and superannuation administration, known for our contemporary service, expertise and integrity.

Nilai-nilai organisasi:

We are impartial, committed to service, accountable, respectful and ethical.

Tujuan organisasi:

  • Memudahan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi,
  • Membangun layanan bersifat kontemporer dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,
  • Membangun hubungan yang saling menghormati antara fiskus dan klien,
  • Membangun organisasi profesional dan produktif,
  • Membangun budaya dengan menggabungkan nilai-nilai yang dimiliki organisasi dan mengubah prilaku klien,
  • Menyederhanakan interaksi, memaksimalkan otomatisasi dan mengurangi biaya operasi,
  • Terhubung dengan masyarakat dan instansi lain,
  • Menyusun kebijakan yang efektif dan menjamin kepastian hukum,
  • Menggunakan data dengan cerdas untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, pelayanan dan kepatuhan,
  • Meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk mengoptimalkan kemampuan dan kinerja organisasi.

goal

ATO Strategic Intent

DSCF0005ATO ingin menjadi bagian yang relevan dan berharga bagi masyarakat Australia dalam jangka panjang, terpercaya dan dihormati baik di dalam negeri maupun internasional dan ingin dianggap sebagai organisasi terkemuka oleh semua pemangku kepentingan.

Dalam menjalankan operasinya ATO menerapkan fungsi kontrol pengelolaan pajak secara efektif dan efisien serta menjalankan sistem pengelolaan pensiun secara adil, efisien dan berkelanjutan. Dimana pajak dan sistem pensiun diakui dan dihargai sebagai bagian penting dari komunitas pajak di Australia.

Reinventing ATO akan menghasilkan budaya, produk dan layanan yang berbeda, hubungan yang kuat kepada masyarakat, peningkatan produktivitas kerja serta keterbukaan dan kemauan untuk berubah.

str intent

ATO Conporate Plan

The Australian Taxation Office saat ini telah berada pada implementasi jalur perubahan sistem administrasi perpajakan moderen. Perjalanan organisasi selama beberapa tahun ke depan akan fokus pada mengubah cara organisasi beroperasi agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. ATO telah menciptakan sebuah program yang didedikasikan untuk mengubah pengalaman klien dalam berinteraksi, sementara ATO akan terus memberikan layanan pelanggan berkualitas tinggi. Tahun ini ATO merilis pernyataan visi, misi dan nilai-nilai baru sebagai sinyal komitmen yang tulus untuk terus berubah. ATO fokus pada pembagunan budaya integritas dan membuat perubahan budaya yang diperlukan untuk menyelaraskan dengan perubahan pengalaman klien.

“Keputusan investasi yang dilakukan oleh ATO sangat strategis dan ATO berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial warga Australia”

(ATO Executive Committee: Chris Jordan, Geoff Leeper, Neil Olesen, Andrew Mills, Sue Sinclair, Frances Cawthra and Jacqui Curtis)

ATO IT Strategy

Influence on ATO IT Strategy

Strategi pengembangan IT ATO adalah merupakan elemen kunci untuk mendukung dan membantu mendorong transformasi organisasi yang sedang dicanangkan. Dengan upaya membangun fondasi yang kuat, ATO melakukan perubahan mendasar pada cara bekerja untuk mengakomodasi besarnya harapan masyarakat dan pemerintah. Pada tataran praktis, reinventing ATO akan menghasilkan budaya bekerja yang berbeda, produk dan layanan baru, hubungan masyarakat yang kuat, peningkatan produktivitas kerja dan kemauan untuk berubah.

Masyarakat Australia berharap agar ATO dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan kemajuan layanan teknologi seperti organisasi jasa lainnya pada waktu dan tempat yang nyaman bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk menggunakan saluran interaksi yang mereka sukai. Masyarakat Australia mengharapkan ATO dapat memahami interaksi yang telah dilakukan masyarakat sebelumnya dan menyesuaikan layanan sesuai dengan keinginannya. Kesimpulan dari hal itu adalah bahwa ATO perlu berkembang dan mengikuti perubahan sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat. Lingkungan global telah mengalami kemajuan yang semakin pesat dalam penggunaan teknologi untuk kepentingan analisis, sosial, mobile dan cloud. Strategi TI ATO dikembangkan mengikuti tren ini. Seluruh instansi pemerintah di Australia diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh warga secara terpadu. Peningkatan layanan terpadu dengan mengadopsi teknologi digital dan melakukan penyelarasan dengan program-program digital yang digagas Pemerintah terdahulu seperti myGov Digital.

Sebelumnya, The Australian Public Service Commission telah melakukan review secara sistematis terhadap kapabilitas organisasi ATO dan menemukan 5 area prioritas yang perlu dikembangkan. Kelima prioritas tersebut adalah:

  1. Developing forward looking enterprise wide strategy,
  2. Developing ICT efficiency and agility,
  3. Building the future workforce,
  4. Streamlining governance arrangements and structures,
  5. Improving external connectedness.

IT Strategy Focus area

Membangun kelincahan, kecerdasan dan efisiensi adalah jantung dari Strategi IT yang dikembangkan oleh ATO. Strategi tersebut akan mengarahkan bagaimana ATO berinvestasi, mendesain dan memberikan layanan terkini bagi masyarakat. Hal ini akan menjadikan ATO dapat beroperasi secara efektif untuk mengelola perubahan, bekerja sebagai organisasi profesional dan produktif dalam mengembangkan produk dan layanan kepada klien internal dan eksternal. Dengan strategi IT tersebut memungkinkan ATO untuk meningkatkan produktifitas kegiatan inti dan membantu mengubah prilaku klien, berfokus membangun kemampuan teknologi yang tepat, lingkungan dan budaya operasi yang optimal, dan mendukung perubahan bisnis kearah digital. Seluruh informasi akan dikumpulkan, dibagi dan dikelola sebagai aset perusahaan yang dinamis, dan digunakan untuk menyediakan layanan digital kontemporer dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Area fokus strategis ATO adalah:

  1. End-to-end digital service delivery
  2. Insight and intelligence
  3. Digital working environment
  4. Reinventing how our IT services operate
  5. End-to-end digital service delivery

Masyarakat Australia mengharapkan interaksi dengan ATO dapat berjalan secara nyaman, terpadu dan dapat pula diakses melalui layanan kontemporer. Mengakomodasi keinginan para pemangku kepentingan untuk dapat berinteraksi secara digital dengan ATO. Untuk mencapai hal ini, ATO akan merancang dan memberikan layanan digital secara penuh sehingga seolah-olah proses administrasi melalui kertas seakan menjadi tidak pernah ada.

Insight and intelligence

Data yang dimiliki menjadi aset penting dan ATO harus menggunakannya secara maksimal sebagai sarana pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menguji kepatuhan dan memberikan pelayanan berdasarkan perilaku wajib pajak. Hal ini juga berfungsi untuk menurunkan wawasan prediktif dan meningkatkan kemampuan intelijen dari aset data yang dimiliki.

ATO Performance Summary

perform

ATO Client

client

ATO Lodgement

lodge

ATO Workforce

work

ATO in the Future

Easy for people to participate We will design and operate the tax and superannuation systems for the majority of taxpayers who do the right thing, rather than for the few who don’t.

Contemporary and tailored service : People expect convenient and accessible service in their dealings with a contemporary service organisation.

Purposeful and respectful relationships : To succeed in the future, we must have a greater connection with, and understanding of, the community, government and stakeholders and their needs and expectations.

Professional and productive organisation : Delivering our change agenda and business improvements is about backing our words with actions. This is about leading and managing well, and mobilising and motivating our people.

DSCF0279

With ATO Commisioners and AIPEC team

Mengunjungi Performance Management and Delivery Unit (Pemandu) di Putrajaya Malaysia

DSCF1449

PEMANDU @Putrajaya

Alhamdulillah kali ini saya masih diberikan kesempatan oleh Alloh mengunjungi negeri Jiran Malaysia di bulan Oktober 2014 ini. Kali ini saya memperoleh kesempatan untuk mengikuti training Certified Organizational Project Management and Change Management in the Public Sector yang diselenggarakan oleh SETYM International dari Quebec Canada. Pelatihan selama 5 hari itu diberikan kepada seluruh ketua tim Iniciatives Leader Transformasi Kelembagaan Direktorat Jenderal Pajak yang berjumlah 16 orang. Materi yang disampaikan sebenarnya menurut saya biasa saja, tidak banyak hal baru yang saya peroleh disitu, namun demikian khususnya untuk kegiatan field study ke Putrajaya dan 2 orang guest lecture dari Malaysia yang membuat training tersebut jadi berbeda dan lebih bernilai. Kunjungan ke Performance Management and Delivery Unit (Pemandu) di Putrajaya menjadi klimaks dari training tersebut. Pengalaman yang saya peroleh ketika mengunjungi Pemandu (kalau di Indonesia disejenis dengan UPKP4) berdiskusi dengan Datok Chris Tan membuat saya terkesima tentang perkembangan Malaysia yang begitu pesat dalam megelola pemerintahannya. Hal tersebut dibuktikan dengan pembangunan kompleks pemerintahan Malaysia di Putrajaya yang begitu megahnya.

Menurut ulasan dalam website PEMANDU (http://www.pemandu.gov.my/), organisasi ini didirikan pada 16 September 2009 dan merupakan unit di bawah Departemen Perdana Menteri. Peran utama PEMANDU dan tujuannya adalah untuk mengawasi pelaksanaan, menilai kemajuan, memfasilitasi serta mendukung kemajuan Government Transformation Programme (GTP) dan Economic Transformation Programme (ETP).  Ketua dewan PEMANDU adalah Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato ‘Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak. Jabatan Wakil Ketua dan Chief Executive Officer PEMANDU dipegang oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri, YB Senator Dato ‘Sri Idris Jala.  Sementara tanggung jawab end-to-end delivery untuk National Key Results Areas (NKRAs) dan Ministerial Key Results Areas (MKRAs)  beserta hasil akhirnya terletak pada masing-masing kementerian. Sedangkan keberhasilan National Key Economic Areas (NKEAs) terletak pada pribadi masing-masing sektor.

pemanduPEMANDU telah diamanatkan untuk mengkatalisasi perubahan di sektor publik dan swasta, mendukung kementerian dalam proses perencanaan dan memberikan pandangan yang independen terhadap kinerja dan kemajuan ke PM dan para menterinya. PEMANDU juga bertugas memfasilitasi pelaksanaan Entry Point Projects (EPPs) dan Business Opportunities (BOs)  yang telah diidentifikasi untuk memastikan bahwa Malaysia akan berubah menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2020. Agar PEMANDU dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif, maka diperlukan dukungan dari dua sektor layanan sipil dan sektor swasta untuk bekerja bersama-sama membangun Malaysia.

Lokasi PEMANDU berada di Putrajaya. Merujuk tulisan di Wikipedia Putrajaya adalah pusat administrasi pemerintah Malaysia menggantikan Kuala Lumpur. Kota ini berjarak sekitar 30 km sebelah selatan Kuala Lumpur, Putrajaya memang menjadi tempat yang ideal bagi pemerintah Malaysia untuk memindahkan pusat administrasi dan keuangannya apalagi mengingat kondisi Kuala Lumpur yang sudah begitu padat. Kota ini dibangun pada 19 Oktober 1995 dimana namanya diambil dari nama PM Malaysia yang pertama yaitu Tunku Abdul Rahman Putra. Kota Putrajaya terhubung dengan bandara internasional KLIA dan Kuala Lumpur. Letaknya berada dalam Multimedia Super Coridor berdekatan dengan Cyberjaya. Bererapa tempat menarik di Putrajaya yang sempat saya kunjungi  antara lain:

A. Kantor Perdana Menteri. Kantor Perdana Menteri Malaysia selintas terlihat seperti sebuah masjid karena dibagian atapnya terdapat sebuah kubah berwarna hijau. Konstruksi bangunan ini sangat dominan karena terletak di blok utama.

IMG_4198

Iniciatives Leader TK DJP with Datok Chris Tan from PEMANDU

DSCF7524

Foto by Fish aye Pak Rudy Hartono

B. Putra Mosque (Masjid Pink). Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Pink karena didominasi oleh granit berwarna merah muda. Masjid ini berada di tepi danau buatan Putrajaya. Masjid ini merupakan destinasi utama para wisatawan karena letaknya yang memang strategis ditengah kawasan dan pada umumnya pasti  dilewati dan dekat dengan tempat-tempat menarik lainnya seperti Putra Square dan Taman Putra Perdana. Masjid ini menurut saya tidak terlalu besar namun arsitekturnya cukup menarik. Tepat disamping masjid terdapat tempat makan Food Court Selera Putra yang menghidangkan aneka masakan melayu. Kemudian bila anda ingin mengelilingi danau Putrajaya maka anda dapat menggunakan perahu yang berada tepat disamping food court tersebut. Dari lokasi Jetty Putra tempat  beberapa Cruise Tasik bersandar tersebut anda dapat menyewa perahu untuk berkeliling menikmati indahnya danau buatan.

B. Seri Perdana Bridge, Dengan lahan seluas 650 hektar serta terdapat danau buatan yang mengelilingi kompleks Putrajaya untuk menghubungkan lokasi satu dengan lainnya dibangunlah 8 jembatan dengan berbagai arsitektur yang berbeda dan menawan. Salah satunya adalah jembatan Seri Perdana ini. Di sepanjang jembatan ini terdapat 8 paviliun peristirahatan sehingga para pejalan kaki dapat menikmati indahnya pemandangan Putrajaya.

DSCF7929

C. Putrajaya International Convention Center. Putrajaya International Convention Centre merupakan satu bangunan megah berbentuk menyerupai topi di salah satu bagian kota Putrajaya. Menurut para pemandu arsitektural dan bentuk bangunannya terinspirasi dari Kerajaan Melayu. Bangunan ini berfungsi sebagai pusat konvensi kelas dunia. Sejumlah fasilitas disediakan disini seperti ruangan pameran, ruang pertemuan, ruang konferensi, lounge, galeri, restoran, outlet belanja dan tempat parkir yang mampu menampung sampai 1.200 mobil. Struktur dan arsitektur bangunannya berbentuk melingkar dan memiliki taman di balik dinding kaca sehingga memungkinkan anda menyaksikan keindahan kota tanpa.

DSCF1454D. Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Masjid ini diambil dari nama Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong XIII,  Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah.  Dibangun pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2009.  Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin terletak di Presint 3, Putrajaya. Lokasi masjid sangat strategis dan menarik, berada di tepi danau Putrajaya.  Masjid ini dapat nemapung sampai dengan 20,000 orang  jamaah. Masjid ini terdiri dari bangunan utama masjid dan Kiblat walk yang menghubungkan Kompleks Perbadanan Putrajaya (PJC) dengan Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin.

Bagian dalam ruangan sholat utama tidak menggunakan penyejuk udara/kipas angin namun menggunakan teknologi “Gas District Cooling”. Disamping ruang sholat utama dikelilingi oleh kolam air yang dapat menyejukkan udara para jamaah.

Masih banyak yang perlu dikerjakan bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan… Semoga saya masih diberikan usia untuk melakukan perubahan…. Barokallohu fiik….

20141002_153417

All the best for TK DJP Team

Saatnya Pemda Kabupaten/Kota Menyiapkan Pokok Ketetapan PBB P2 2015

IMG_2177Tak terasa sudah hampir satu tahun PBB P2 dikelola oleh pemerintah pemerintah daerah. Seiring dengan era otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, salah satunya adalah dengan didevolusinya PBB P2 menjadi pajak daerah sebagai amanah dari UU No. 28 Tahun 2009 dimana proses devolusinya akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2014 . Disadari oleh Pemda Kabupaten/Kota ternyata pengelola PBB P2 bukan hal mudah. Dibutuhkan ketelitian dalam penyiapan kebijakan desain pokok ketapannya agar dapat diterima oleh masyarakat dan memenuhi ekspektasi pemerintah daerah sebagai pengelolanya. Mungkin saat ini sebagian besar Pemda Kabupaten/Kota belum merasakan kesulitan tersebut, karena pada tahun pertama pengalihan masih menggunakan data lama yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Namun hal tersebut tidak bisa lagi dibiarkan begitu saja untuk tahun 2015 dan seterusnya, karena lama-kelamaan data tersebut akan semakin usang dan tertinggal nilainya. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin berkurangnya pokok ketetapan PBB P2 jika tidak dilakukan penyesuaian nilai setiap tahunnya. Untuk itu Pemda Kabupaten/Kota perlu menyusun pokok ketetapan PBB P2 setiap tahunnya dengan beberapa kriteria yang mendasarinya sehingga dapat mendorong peningkatan PAD dan dapat diterima oleh masyarakat pembayar pajaknya.

Penyusunan pokok ketetapan PBB P2 yang baik adalah apabila dapat memenuhi ekspektasi dari kedua sisi tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah kemampuan manajerial tertentu untuk dapat mengelolanya agar rencana penerimaan pajak PBB P2 dalam APBD yang telah ditetapkan oleh Pemda bersama dengan DPRD dapat diterjemahkan kedalam pokok ketetapan yang tercetak di SPPT, kemudian SPPT tersebut dapat diterima oleh masyarakat dengan baik melalui pembayaran pajaknya.

konsep PBB

Untuk itulah maka Pemda Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas merasa perlu untuk menyelenggarakan pelatihan Manajemen Pengelolaan PBB P2 yang intinya mempelajari:

  1. rangkaian kegiatan manajemen pengeloaan PBB P2,
  2. fungsi dan struktur ketetapan PBB P2,
  3. sasaran kebijakan PBB P2 yang akan diterapkan,
  4. aturan-aturan terkait penerapan PBB P2,
  5. cara menyusun strategi peningkatan pokok ketetapan PBB P2 agar mencapai rencana penerimaan yang telah ditetapkan,
  6. kegiatan pendataan,
  7. kegiatan penilaian,
  8. cara merencanakan, menganalisis, menghitung dan menetapkan NJOP tanah dan bangunan,
  9. cara mendesain, mensimulasikan dan menetapkan pokok ketetapan PBB P2,
  10. kegiatan penetapan masal.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan persiapan pengelolaan PBB P2 untuk tahun 2015 akan berjalan dengan baik dari dua sisi.

IMG_2064

Wrokshop Manajemen Pengelolaan PBB P2

Detail pelatihan: http://eddiwahyudi.com/workshop/1-manajemen-pengelolaan-pbb-p2/

Image

“Gampang yaa”: Direktur World Bank Lapor Pajak Melalui e-Filing

Pada tanggal 24 Maret 2014 lalu, Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati mendatangi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (KPDJP) selain bersilaturahmi dengan para pegawai Ditjen Pajak, juga untuk melaporkan pajaknya di tahun 2013 melalui sistem baru pelaporan SPT yaitu e-Filing. “Saya ingin tahu bagaimana cara pengisian SPT melalui internet”, katanya. Setelah mendapat tutorial singkat, beliau mulai mengisi sendiri formulir SPT Tahunannya dengan laptop yang terkoneksi dengan jaringan internet. “Ooo… ternyata begini toh… gampang yaa” ujarnya. Tak butuh waktu lama, beliau sudah selesai mengisi SPT Tahunannya dan menunjukkan bukti penerimaan elektronik. “Meskipun saya tidak berdomisili disini, saya tetap lapor pajak setiap tahunnya karna saya adalah Warga Negara Indonesia”, ujarnya yang ditulis dalam website Dirjen Pajak.

2