Memang Hanya untuk Orang-Orang Yang Dipanggil dan Terpanggil Dapat Memenuhi Undangan NYA: Catatan Perjalan Umroh Bersama Istri Tercinta

Tags

, , , , , , , , , ,

Cerita perjalanan ibadah umrah ku bersama istri tercinta dan 4 saudara yang dibimbing oleh ustad Dr. Andian Parlindungan. Diceritakan pula rute perjalanan umum, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat makbul untuk berdoa dan ziarah tempat-tempat bersejarah berserta doa-doa selama melaksanakan ibadah umrah.

Subhanallah, sampai detik ini ribuan orang silih berganti berbondong-bondong memasuki kota suci umat Islam yaitu Mekkah dan Madinah. Bahkan pesawat-pesawat yang membawa para jamaah umrah dari indonesia hampir tiap hari silih berganti melakukan penerbangan dari Jakarta ke Jeddah bahkan ada yang sampai 2 kali sehari, itu pun dalam kondisi full seat. Subhanallah, begitu antusiasnya masyarakat Indonesia berziarah ke kedua kota suci itu. Padahal kita tahu bahwa ibadah ini sifatnya sunnah bagi yang mampu saja, bahkan sekarang ada metode yang dikembangkan untuk dapat memberangkatkan orang hanya dengan membayar DP sangat murah ditambah menjual paket perjalanannya. Sampai-sampai ada pula yang memaksakan diri harus berhutang untuk bisa pergi kesana.

Namun selalu saja terpercik dalam pikiran saya, mengapa kondisi ini berbanding terbalik dengan prilaku masyarakat yang berkembang di tanah air. Prilaku anarkis, mau memang sendiri, merasa benar sendiri dan prilaku-prilaku negatif lainnya yang tidak pernah terbayangkan bisa terjadi ketika kita berada di dua kota suci itu seakan hilang sirna setelah kembali ke tanah air. Hanya segelintir orang saja yang benar-benar bisa pararel antara prilaku sewaktu masih di tanah suci dengan prilaku sekembalinya dari tanah air.

Bagaimana ini bisa terjadi ? Apakah ibadah umroh dianggap hanya sebagai liburan jalan-jalan biasa yang dikemas dalam bentuk ibadah ? Sehingga pemaknaan ibadah menjadi begitu mudahnya lenyap setalah keluar dari kedua kota suci itu ? Rasanya semestinya tidak demikian, apa pun ceritanya ibadah umroh begitu sakralnya. Bahkan tidak setiap orang meskipun dia mampu dapat sampai kesana. Perlu kita ketahui bahwa syarat umrah adalah:

  • Islam,
  • Baligh (dewasa),
  • Berakal sehat (tidak terganggu fikirannya),
  • Merdeka (bukan budak belian),
  • Istitho’ah (mampu).

Allah selalu memanggil kita, kemudian kita menjawabnya…”Labbaik Allahumma Labbaik”, artinya adalah kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah… “Labbaika la syarika laka labbaik”, artinya tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu….”Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka”, artinya sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Bererapa hadits keutamaan Umrah yang saya ambil dari beberapa sumber:

  • Diantara umroh dengan umroh menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji yg mabrur ganjarannya adalah syurga (HR. Al Bukhari),
  • Lakukan haji dan umroh beriringan karena keduannya menghapuskan kemiskinan dan dosa seperti hilangnya karat dari besi, emas dan perak (HR. At Tirmidzi),
  • Doa orang yang berperang fisabilillah, orang yg berhaji, orang yg ber umroh adalah duta-duta Alloh, doa mereka dikabulkan, permohonan mereka diluluskan (HR. Ibnu Majah),

Ibadah umrah tentunya akan dilaksanakan di Masjidil Haram yang berada di kota suci Makkah. Waktu pelaksanaannya pada umumnya ba’da subuh atau ba’da Isya. Ibadah umrah dibagi menjadi dua ada yang bersifat sunah  yang bisa dilaksanakan kapan saja, adapula yang bersifat wajib merupakan satu paket dengan badah haji. Kata umrah sendiri berasal dari akar kata ‘umr yang berarti usia. Maknanya adalah:

  • Menetapkan tujuan artinya bahwa usia harus memiliki tujuan. Disebutkan dalam QS 23:115 yang artinya “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ?
  • Berziarah artinya bahwa umur yang kita jalani ini hakikatnya adalah satu kunjungan ke muka bumi, dan merupakan tempat transit sebelum ke akherat,
  • Meramaikan artinya bahwa usia yg sedang kita jalani kakekatnya adalah kesempatan untuk turut memakmurkan bumi  dengan kebaikan. Disebutkan dalam QS 11:61 yang artinya “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya).”

Sehingga secara garis besar ibadah umroh dapat dimaknai bahwa dalam menjalani usia yang telah dituliskan Allah dalam lauh Mahfudz Nya kita perlu menetapkan tujuan hidup, kemudian singgah berziarah di muka bumi Allah, dan kemudian diwajibkan untuk meramaikan atau memakmurkannya.

Allah sudah menyebarluaskan undangan ini kepada seluruh umat manusia, namun hanya sebagian saja yang merasa terpanggil. Meskipun dari segi finansial kemampuan untuk kesana sudah ada, undangan pun sudah ada, namun kemauan untuk berangkat belum tentu ada. Padahal untuk berada disana tidak perlu menggunakan pakaian yang mewah hanya sederhana saja menggunakan 2 helai kain tanpa dijahit. Berbeda dengan undangan-undangan kawinan, dimana kita mesti menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan rapi.

Yaa Robb hambamu ini benar-benar sudah berada jauh dari frekuensimu. Saya pun merasakan hal yang sama. Meskipun akhirnya saya sadari bahwa jika Allah sudah memberi undangan, kemudian kita menjawabnya dan pada saat itu kita berada pada frekuensi yang sama maka Insya Allah segala rintangan dan hambatan terasa mudah dilalui dan pasti ada saja jalannya.

Ceritanya saya dan istri tercinta tahun ini mendapat kesempatan hadir memenuhi undangan Allah di dua kota sucinya, Subhanallah senang rasanya setelah hampir 7 tahun lalu sejak pertama kali ku kunjungi baru tahun 2012 ini diberi kesempatan lagi untuk berkunjung dalam suasana yang berbeda. Kali ini kami menggunakan sebuah travel perjalanan yang bernama Kindai dibimbing oleh ustad kami yaitu Dr. Andian Parlindungan. Tak lupa sebelum berangkat di rumah kami mulai berdoa:

Bismillahahi aamantu billaahi tawakaltu ‘alallaahi laa haula walaaquawwata illaa billaahil ‘aliyyil Aziim

Artinya: Dengan nama Alloh aku beriman kpd Alloh berserah diri kepada Nya, tidak ada daya utk mendapatkan manfaat dan tidak ada kekuatan utk menolak kejahatan kecuali dengan pertolongan dari Alloh yg Maha Luhur lagi Maha Agung.

Kemudian setelah di atas kendaraan berdoalah:

Bismillaahi majraahaa wamursaahaa inna rabbiilagafuururrahiim, wamaa qadarullaaha haqqa qadrihii walardujamii’an qabdatuhuu yaumal qiyaamati wassamaawaatu  matwiyyaatun biyamiinihii subbhaanahu wata’aalaa ‘ammaa yusrikuun

Artinya: Dengan nama Allah diwaktu berangkat dan berlabuhnya, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yg semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman Nya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan kekuasaan Nya. Maha Suci Allah dan maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Setelah itu ketika kendaraan mulai bergerak jangan lupa untuk berdoa:

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIM. ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR. SUBHAANALLADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WAMAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN. WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN. ALLAAHUMMA INNAA NAS ALUKA FIl SAFARINAA HAADZA, ALBIRRA WATTAQWAA, WAMINAL ‘AMALI MAA TARDHO. ALLAAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARANAA HAADZAA WATHWI ANNAA BU’DAH. ALLAAHUMMA ANTAS SHAAHIBU FISSAFARI WAL KHALIIFATU FIL AHLI. ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN WATSAAIS SAFARI WAKA ‘AABATIL MANZHORI ‘WASUU ILMUNQALABI FIL MAALI WAL AHLI

Artinya: Dengan memohon pertolongan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang menganugerahi kami kemampuan memanfaatkan (kendaraan) ini, sedang kami sendiri (tanpa pertolonganNya) tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kita, kita pasti akan kembali. Ya Allah, kami bermohon kepada-Mu, anugerahilah kami dalam perjalanan ini, kebajikan dan ketaqwaan, serta usaha yang Engkau ridhai Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan perpendeklah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan, dan Engkau pula Pelindung bagi keluarga. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesuraman pandangan, serta bencana menyangkut harta dan keluarga.

Kami berangkat pada hari Jum’at 23 April sore hari menggunakan pesawat Saudi Arabia Boeng 747 dengan kapasitas 480 penumpang yang Subhanallah full booked oleh 99% orang Indonesia. Dan hebatnya lagi pesawat ini sampai melakukan penerbangan 2 kali sehari ke Indonesia. Rute perjalanan kami rencananya adalah Jakarta-Jeddah-Madinah-Mekkah-Jeddah-Jakarta yang akan diselesaikan selama 9 hari.

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa pada umumnya rute perjalanan umroh setibanya di bandara King Abdul Aziz Jeddah sekitar jam 10 malam hari waktu Jeddah, kalau tidak menggunakan rute 1-2-3, 3-2-3 atau 3-2-1. Kali ini rute yang akan kami lalui adalah 1-2-3 (Jeddah, Madina dan Mekkah).

Bandara King Abdul Aziz Jeddah yang saya temui saat ini sudah jauh berbeda dengan 7 tahun lalu (tahun 2005). Bandara ini sudah jauh lebih moderen dan rapi. Proses antrian untuk penyelesaian passport dan loading barang juga sudah berjalan dengan rapi, tertib dan tidak membutuhkan waktu lama. Mungkin juga suasana umroh sangat berbeda dengan haji yang jumlah frekuensi penerbangannya pun tentu jauh lebih padat.

Setelah melalui proses imigrasi, para jamaah menuju ke tempat pemberhentian bus yang berada tidak jauh dari bandara. Di terminal ini telah berjajar bus-bus besar yang akan membawa para jamaah menuju Madina atau Mekkah. Perjalanan darat dari Jeddah ke Madina akan ditempuh dalam waktu 6-7 jam, sehingga kami akan tiba di kota Madina sekitar pukul 6 keesokan harinya. Karena waktu tidak memungkinkan lagi untuk bisa mencapai kota Madinah sebelum subuh, maka kami terpaksa melaksanakan shalat subuh disalah satu masjid menjelang check point sebelum memasuki kota tempat hijrah Nabi tersebut.

Perjalanan di kota Madina

Sekitar pukul 07.00 kami memasuki kota Madina al Munawarah, kota suci kedua umat Islam tempat hijrah Rosulullah dimana beliau dimakamkan. Tak lupa ketika memasuki kota ini kamipun membaca doa:

Allahumma haadzaa haramu raasulika  faj’alhulii  wi qaayatan  minannari wa amaanatan minal ‘adzaabi wa suu il hisaab

Artinya: Ya Allah negeri ini adalah tanah haram Rosul Mu Muhammad, maka jadikanlah penjaga bagiku dari api neraka, aman dari siksa dan buruknya hisab.

Kami menginap di hotel Mubarok Al madina yang berjarak sekitar 150 meter dari masjid Nabawi. Subahanllah hotel ini begitu padatnya. Mungkin hanya di kota inilah ada hotel dengan ocupancy rate 100% disepanjang tahun, dengan pelayanan standar hotel berbintang 4 Arab Saudi yang tidak bisa dibandingkan dengan pelayanan hotel di negara kita. Karena apa pun ceritanya semua tamu harus ssabar dan bersyukur memperoleh tempat penginapan untuk beribadah. Karena memang pada dasarnya hotel hanyalah tempat untuk sekedar menginap bukan tempat tujuan utama. Jadi apa pun bentuknya kita harus bersabar dan bersyukur sudah diberi kesempatan oleh Nya untuk dapat hadir disana.

Tempat uujuan utama ketika berada di kota Madina adalah tentunya masjid Nabawi yang disebutkan dalam salah satu hadits bahwa bila sholat di sini pahalanya sama dengan 1.000 kali dibandingkan shalat di tempat lain. “Shalat di masjidku ini [Masjid Nabawi] lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.” [HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim] . Dan tentunya di dalam masjid tersebut terdapat makam Rosulullah dan tempat mustajab untuk berdoa yaitu Raudhoh. Tak heran maka dikedua lokasi masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah yang rela berdesak-desakan mengantri untuk memperoleh kesempatan berziarah dan beribadah di raudhoh.

Tempat-tempat bersejarah di kota Madina:

  • 1. Masjid Nabawi. 

Didirikan tahun 622 M atau tahun pertama hijriah, setelah Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah. Pembangunan mihrab dilakukan setelah memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram di Mekah tahun 2 H. Didalamnya terdapat Raudhah yaitu tempat yang paling makbul untuk berdoa, seperti sabda Rasulullah Saw, “Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman-taman surga” (diriwayatkan 5 ahli hadits). Sebelum masuk masjid Nabawi sebaiknya membaca doa:

Allahumma shalli wasallaim ‘alaa syaidina Muhammadin wa’alaa aali syaidina Muhammadin. Waghfirlii dzunuubii waf tahlii abwaaba rahmatik“. Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan pada junjungan kami Nabi Muhammad Saw dan keluarganya.Ampunilah dosaku dan bukakanlah untukku pintu2 rahmat Mu.

Ketika berada di makam Rosul maka sampaikanlah salam:

Assalamu ‘alaika yaa Rosulullah wa rahmatullah wa barokatuh. Assalamu’alaika yaa Nabiyallah. Assalamu’alaika ya Habiballah“. Artinya: Salam Sejahtera atasmu wahai Rasulullah. Rahmat Allah dan berkah-Nya untukmu. Salam sejahtera atasmu wahai Nabiyullah. Salam sejahtera atasmu wahai Kekasih Allah.

Kemudian sampaikan salam di makam khalifah Abu Bakar;

Assalamu ‘alaika yaa khalififata rosuulillahi. ”Assalamu ‘alaika yaashoohibu rosuuliillaahi fiil ard. ”Assalamu ‘alaika yaa man ‘anfaqo malahu kullahu fii hubbillaahi wa hubbi rosuulili“. Artinya: Salam sejahtera padamu wahai khalifah Rasulullah, selamat sejahtera padamu wahai teman Rasulullah dalam gua, selamat sejahtera padamu wahai orang yg dermakan semua hartanya karena cinta kepada Allah dan rosul Nya. Semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya.

Dilanjutkan dengan sampaikan salam di makam Khalifah Umar:

“”Assalamu ‘alaika yaa muth hirol islaam. ”Assalamu ‘alaika yaa faaruuq.“ Artinya: Salam sejahtera padamu wahai penyebar islam. Salam sejahtera padamu wahai pemegang kebenaran. Semoga Allah melimpahkan rahmat Nya kepadamu.

Denah Masjid Nabawi dan sekitarnya:

Denah tiang dalam masjid Nabawi (Sumber: https://abinyailham.wordpress.com/2010/09/28/denah-masjid-nabawi/)

  • Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London), translated by Ir. H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno,
  • Beberapa ahli sejarah telah menggambarkan ruangan dalam Masjid Nabi SAW. Misalnya Syaikh Dehlawi (958 H – 1052 H) telah menuliskan dengan detail ruangan berikut dalam bukunya “Sejarah Madinah”. Penomoran berikut sesuai dengan nomor pada denah Masjid yang terdapat pada akhir buku ini.

Keterangan:

  1. TIANG DUTA/UTUSAN: Nabi SAW menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Beberapa Sahabat terkemuka duduk disekitar beliau selama pertemuan berlangsung.
  2. TIANG PENGAWAL: Menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW. Matori berkata, “Pintu rumah Aisyah RA berhadapan dengan tiang ini, dan Nabi SAW melalui pintu ini menuju ke Masjid Nabawi.”
  3. TIANG TEMPAT TIDUR: Abdullah bin Umar RA bercerita, “Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur beliau selama I’tikaf.
  4. TIANG ABU LUBABAH: Tertulis padanya. Seperti disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi SAW bermaksud untuk menghukum bani Quraizzah (sebuah suku Yahudi) atas pengkhianatannya kepada Nabi SAW. Abu Lubabah RA ditunjuk sebagai penengah. Dia secara tidak sengaja membocorkan rahasia Nabi SAW kepada suku Yahudi itu. Abu Lubabah segera menyadari kesalahannya dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah SWT menerima taubatnya. Setelah tujuh hari, Nabi SAW menerima wahyu mengenai diterimanya taubat Abu Lubabah dan melepaskan ikatanya dengan tangan beliau sendiri. Al Qur’an, Surat Al Anfal, Ayat 27 – 28 diwahyukan untuk meberikan kepada kita sebuah pelajaran. Yakni mengkhianati kepercayaan adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi para Sahabat Nabi SAW, sehingga mereka melakukan tindakan yang luar biasa untuk memperbaiki kesalahannya.
  5. TIANG AISYAH: Tabrani menyebutkan Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tempat yang sangat penting di dalam Masjid Nabawi yang mulia, jika seorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bisa shalat di sana”. Suatu hari para Sahabat bertanya kepada Aisyah RA tentang tempat ini. Beliau menolak untuk memberitahukan tempat tersebut. Akhirnya para Sahabat pergi, sedangkan Aisyah RA masih bersama dengan keponakannya Abdullah bin Zubair RA. Belakangan para Sahabat memperhatikan bahwa Abdullah bin Zubair RA melakukan shalat dekat dengan tiang Aisyah. Para Sahabat meyakini bahwa Aisyah RA memberitahukan tempat tersebut secara rahasia kepada keponakannya. Nabi SAW pernah mengimami shalat dari titik ini selama beberapa hari setelah perubahan qiblat dari Masjid Al Aqsa ke Ka’bah di Makkah. Belakangan, beliau selalu mengimami shalat dari titik yang sekarang dikenal sebagai Mihrab Nabawi As Syarif.
  6. TIANG MUKHALLAQAH: Jabir RA meriwayatkan seperti disebutkan dalam hadits Buhari, “Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tempat dimana tiang ini berada) ketika melakukan khutbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya”. Nabi SAW menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibangun. Ketika Nabi SAW duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, para Sahabat mendengar batang pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Nabi SAW mendekati pohon yang sedang menangis ini dan kemudian memeluknya. Pohon ini lalu tenang setelah sebelumnya terisak-isak seperti onta betina. Pohon kurma tersebut menangis karena ia tidak digunakan lagi untuk mengingat Allah SWT. Sejak itu batang pohon tersebut diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Dan kemudian, tiang dimana pohon kurma itu dulu berada, dikenal dengan sebutan tiang Mukhallaqah.
  7. MIHRAB NABAWI: Tidak ada mihrab di dalam Masjid Nabawi selama periode pemerintahan Nabi SAW dan empat Khalifah yang pertama. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab. Jika kita berdiri di dalam mihrab ini dan melakukan shalat, tempat sujud kita akan terletak di tempat dimana kaki Nabi SAW berpijak. Dinding tebal mihrab ini menutupi tempat sujud Nabi SAW yang sebenarnya.
  8. MIHRAB USTMANI: Khalifah Utsman RA mengimami shalat di tempat ini. Sekarang, Imam Masjid Nabawi juga mengimami shalat di sini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di sini.
  9. MIHRAB HANAFI: Sebelumnya Imam shalat dari empat Mazhab (Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali) mengimami shalat di Masjid Nabawi secarah terpisah pada waktu yang sedikit berbeda dan tempat yang berbeda. Imam Hanafi mengimami shalat pada tempat ini. Namun kini, hanya satu shalat berjamaah yang diselanggarakan di Masjid Nabawi, yang dipimpin oleh Imam dari Mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.
  10. MIHRAB TAHAJUD: Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tahajjud di tempat ini.
  11. MIMBAR: Seperti disebutkan dalam hadits Bukhari Muslin dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat”. Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk Masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang, dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani pada tahun 998 H.
  12. TEMPAT MUAZZIN: Tempat ini, berupa balkon segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabi. Tempat ini selain sebagai tempat adzan juga sebagai tempat shalat muadzin dan untuk menguatkan suara takbir pada shalat lima waktu.
  13. PANGGUNG DISEKITAR TEMPAT TAHAJJUD: (tidak ada keterangan – pent.)
  14. PANGGUNG TEMPAT PETUGAS KEAMANAN: Jika kita memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini akan berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini sebenarnya bukanlah tempat dari Ahlu Suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.
  15. TEMPAT AHLU SUFFAH: Suffah berarti tempat berteduh. Sahabat Nabi yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertimpat tinggal di Suffah. Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya. Jika kita berjalan dari tiang Aisyah berlawanan dengan arah qiblat, Suffah berada setelah tiang ke-5. Namun setelah Nabi SAW memperluas Masjid pada tahun ketujuh Hijriah, Suffah dipindah sekitar sepuluh meter kea rah Timur, seperti yang tergambar pada denah Masjid Nabawi.
  16. BAB (PINTU) BAQI’: Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam.
  17. BAB (PINTU) JIBRIL: Terletak di bagian Timur, disebut juga Bab Nabi, karena beliau selalu masuk melalui pintu ini. Adapun alasan penyebutan Bab Jibril adalah sebuah riwayat dari Aisyah RA, “Ketika Nabi SAW pulang dari Khandaq, dan meletakkan senjata kemudian mandi, Jibril AS mendatangi Beliau seraya berkata, ‘Engkau meletakkan senjatamu?, demi Allah kita belum (bisa) meletakkan senjata, pergilah menuju mereka’, Nabi SAW berkata, ‘kemanakah?’, Jibril AS menjawab, ‘ke sini’, dia menunjuk Bani Quraizzah. Maka Nabi SAW keluar menuju mereka.
  18. BAB (PINTU) NISA: Pintu ini dibuka oleh Umar ibn Khattab tahun 12 H. Beliau mengatakan, “Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita”.
  19. BIR (SUMUR) HA: Jika kita memasuki Masjid dari bagian paling kiri dari Bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar15 meter ke dalam Masjid dan ditandai dengan 3 lingkaran. Nabi SAW terkadang mendatangi sumur ini dan meminum airnya. Sumur dan taman yang mengelilinginya dimiliki oleh Abu Talhah. Ketika dia mendengar ayat 92 surat Ali Imran yang berbunyi: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. Abu Talhah RA segera mengimfakkan taman ini karena mengaharapkan Ridha Allah SWT. Inilah contoh bagaimana para Sahabat berekasi terhadap ayat-ayat al Qur’an dan secara spontan langsung mengerjakan perintah Allah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
  20. BAB (PINTU) SALAM: Umar ibn Khattab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid bagian Barat, ketika dilakukan perbaikan Masjid tahun 12 H. Dinamakan Bab as Salam karena letaknya sejajar dengan tempat penghormatan berupa salam kepada jasad Rasulullah SAW.
  21. RUMAH ABU BAKAR RA: Jika kita berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah ini berlokasi setelah tiang ke-5 sejajar dengan Bab Siddiq. Suatu hari Nabi SAW bersabda, “Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu rumah Abu Bakar”. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abu Bakar RA akan menjadi khalifah pertama

2. Makam Rosulullah SAW

Denah makam Rosulullah SAW (Sumber: http://hoeda.web.id/)

 

 Keterangan:

  1. Makam Rasulullah Saw
  2. Makam Sy. Abu Bakar as Shiddiq
  3. Makam Sy. Umar ibn Khaththab
  4. Tempat yang menurut suatu riwayat disediakan untuk Nabi Isa AS, ada 2 kemungkinan yaitu berada luruh dengan Rasulullah saw atau berada dibelakang Sy Umar ibn. Khaththab
  5. Tempat peristirahatan Siti Aisyah ra.
  6. Tempat kedatangan malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah saw.
  7. Dinding kamar Siti Aisyah, yang dibengun sendiri oleh Rasulullah saw, hingga saat ine tembok tersebut masih berdiri kokoh
  8. Dinding makam berbentuk segilima, yang dibangun oleh Umar ibn Abd Aziz, agar makam Rasulullah saw tidak menyerupai ka’bah dan terlalu dikultuskan oleh umat Islam.
  9. Dinding segi lima lapis kedua yang dibangun oleh sultan Qait bay dari Mesir
  10. Tiang-tiang yang memperkuat dinding segilima lapis kedua
  11. Bagian dari raudlah yang terdapat dibagian dalam tembok kamar makam.
  12. Bagian dari raudlah yang terdapat diluar kamar makam, (nomor 12 tidak terdapat pada detail gambar, area ini adalah tempat yang biasanya dijadikan rebutan oleh ummat Islam)
  13. Area dengan nomor 13 adalah bukan bagian dari raudlah.
  14. Kediaman siti Fathimah ra.
  15. Mihrab didalam kediaman siti Fathimah, yang dibangun oleh sultan Qait bay
  16. Mihrab tempat tempat Rasulullah seringkali bertahajud seorang diri
  17. Tempat Rasulullah shalat tahajud berjamaah bersama ahl suffah, tempat ini berada dibelakang kediaman st Fathimah
  18. Lubang besar terletak dibagian depan, lubang ini lurus searah dengan makam Rasulullah saw
  19. Lubang kecil terletak dibagian depan searah dengan makam sy Abu Bakar ra
  20. Lubang kecil dibagian depan searah dengan makam sy Umar Ibn Khaththab ra
  21. Tempat beberapa batu sisa-sisa kediaman Rasulullah saw, yang kemudian dibuang pada masa Khalifah Al Walid ibn Abd. Malik
  22. Usthuwanah al Sarir, tempat Rasulullah saw beristirahat ketikaterlalu capai beribadah
  23. Usthuwanah al Wufud, tempatRasulullah seringkali menerima tamu-tamu penting
  24. Usthuwanah al Hirs, tempat para shahabat bersiaga menjaga Rasulullah saw, seringkali sy Ali ibn Abi Thalib bersiaga ditempat tersebut
  25. Bab Al Taubah, pintu masuk makam dibagian depan
  26. Bab Aisyah, pintu masuk makam dibagian samping dari arah raudlah
  27. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kepala Rasulullah saw yang mulia.
  28. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kaki Rasulullah saw yang mulia
  29. Beberapa pintu masuk menuju makam Rasulullah saw
  30. Lingkaran kubah kecil yang berada tepat diatas makam Rasulullah saw
  31. Lingkaran kubah lapis kedua, yang disebut kubah al zarqa’
  32. Lingkaran kubah lapis ketiga, atau kubah al khadra’ (kubah hijau) yang terlihat dari bagian luar makam.
  33. Bagian dari kamar makam (tertulis dengan nomor 32)
  34. Panggung setinggi kurang lebih 30 cm, tempat para ahl suffah berjamaahshalat tahajud bersama Rasulullah saw
  35. Panggung setinggi kurang lebih 60 cm, tempat ahl suffah biasa berkumpul
  36. Usthuwanah al taubah
  37. Usthuwanah A’isyah
  38. Mihrab tempat shalat Rasulullah saw
  39. Usthuwanah al Mukhallaqah
  40. Minbar Rasulullah saw
  41. Panggung tempat adzan
3. Pemakaman Baqi’. Terletak di sebelah rimur dari masjid Nabawi. Di tempat itu dimakamkan Utsman bin Affan Ra dan para istri Nabi Saw, yaitu Siti Aisyah Ra, Ummi Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar bin Khaththab, dan Mariyah Al Qibtiyah Ra. Putra-putri Rasulullah Saw seperti Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab binti Ummu Kulsum, serta beberapa sahabat Nabi Saw juga dimakamkan di sana.
4. Masjid Quba. Terletak di daerah Quba, sekitar 5 km sebelah selatan Madinah. Waktu Nabi Saw berhijrah ke Madinah, orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah adalah orang-orang Quba. Di sini Nabi Saw menempati rumah Kalsum bin Hadam, kemudian Rasulullah saw pun mendirikan masjid di atas sebidang tanah milik Kalsum. Di masjid ini lah yang pertama kali diadakan shalat berjemaah secara terang-terangan. Diriwayatkan bahwa salat di masjid ini pahalanya sama dengan 1 kali umrah.
5. Jabal Uhud. Adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya sekitar 5km di sebelah utara pusat kota Madinah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang yang dinamakan Perang Uhud.
6. Masjid Qiblatain. Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada tahun ke 2 H waktu Zhuhur di masjid tersebut tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144. Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah Saw menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat tersebut, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua,
7. Masjid Khandaq. Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandaq adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya. Peninggalan Perang Khandaq yang ada hanyalah berupa lima buah pos penjagaan pada peristiwa Khandak yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah

Disamping itu jangan lupa mengunjungi kebun kurma yang berada dekat dengan masjid Quba. Jadi umumnya para jamaah setelah mengunjungi masjid Quba akan langsung dibawa ke kebun ini.

Perjalanan Umrah di Kota Makkah

Siang itu setelah merziarah wada’ ke makam Rosul, kami pun bersiap-siap menuju ke kota Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Perjalanan dimulai siang hari ba’da dhuhur. Untuk itu kita sudah menggunakan kain ihram dari hotel, kemudian menuju masjid Bir Ali. Sebelumnya perlu diketahui bahwa rukun umroh adalah:

  • Niat,
  • Ihram,
  • Tawaf umrah,
  • Sa’I,
  • Tahalul,
  • Tertib.

Persiapan yang dilakukan sebelum umrah:

  1. Mandi sunnah, dengan niat untuk ihram à “Allohumma inni uharrimu nafsi min kulli  maa harramta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arharraahimiin” . Artinya: Yaa Alloh, sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala apa yg Engkau haramkan kepada orang yg berihram karena itu ramhatilah aku ya Alloh yg Maha Pemberi rahmat).
  2. Wudhu,
  3. Kenakan kain ihram (awas kena wangi-wangian),
  4. Sholat sunnah ihram 2 rakaat (akan dilakukan di masjid Bir Ali/atau di miqat) à Rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al Kaafirun dan rakaat ke dua membaca surat Al ikhlas,
  5. Niat umroh à “Nawaitul u’mrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala “, (Aku berniat mengerjakan Umrah dan aku berihram dengannya kerana Allah ta’ala),
  6. Membaca talbiah sampai ke makkah/mesjid haram.

“Labbaik Allaahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariikalak”. Artinya: Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah tidak ada sekutu bagi Mu, Aku datang memenuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tidak ada sekutu bagi Mu.

Selama berihram kita dilarang untuk:

  1. Untuk pria
  2. Memakai pakaian yang dijahit,
  3. Memakai alas kaki yang menutup mata kaki,
  4. Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam keadaan yang sangat darurat),
    1. Untuk wanita
    2. Menutup telapak tangan,
    3. Menutup muka,
      1. Untuk semua
      2. Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat ihram),
      3. Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut,
      4. Memburu atau membunuh binatang,
      5. Menikah atau menikahkan,
      6. Bercumbu atau bersetubuh,
      7. Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh/ kotor,
      8. Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram.

Jika ada larangan di atas yang dilanggar maka ia harus membayar dam (denda), yakni dari mulai memberi makan fakir sampai menyembelih seekor kambing.

Perjalanan darat dari kota Madina menuju ke kota suci Mekkah memakan waktu sekitar 6-7 jam yang sebelumnya didahului dengan mengambil miqat di masjid Bir Ali selama kurang lebih 45 menit. Untuk tata cara umrah itu sendiri terdiri dari beberapa hal yang perlu kita ketahui:

  1. Berihram dari miqat,
  2. Saat memasuki tanah haram (Makkah) membaca doa masuk tanah haram à “Allaahumma haazaa haramuka wa amnuka faharrim lahmii wa daamii wasya’rii wabasyarii ‘alannaari wa aaminii min ‘azaabika yauma tab’asuka ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa ika wa ahli taa’atika” . Artinya: Ya Allah kota ini adalah Tanah Haram Mu dan tempat yg aman Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba Mu dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yg selalu dekat dan taat kepada Mu),
  3. Memasuki Masjidil Haram disunahkan melalui pintu Babus Salam (gerbang perdamaian/ pintu no.24/ jembatan no.25)
  4. Berdoa masuk Masjidil Haram à “Allohumma antassaalam wa minkassalaam wa ilika ya’uudussalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnaljannata daarassalaam tabaarakta rabbanaa wa ta ‘aalaita yaadzal jalaali wal ikraami. Allaahummaftahlii abwaaba rahmatika bismillaahi walhamdulillaahi wassalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillaah”. Artinya: Ya Alloh Engkau sumber keselamatan dan dari pada Mu lah datangnya keselamatan dan kepada Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dg selamat sejahtera dan masukkanlah kedalam surga negeri keselamatan. Maha banyak ahugerah Mu dan Maha Tinggi Engkau. Wahai Tuhan yg memiliki keangungan dan kehormatan. Ya Alloh, bukanlah untukku pintu rahmat Mu. (Aku masuk masjid ini) dengan nama Alloh disertai dengan segala puji bagi Alloh serta salawat dan salam untu Rosululloh).
  5. Berdoa melihat Ka’bah à “Allaahumma zid haazal baita tasyriifan wata’ziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarrafahu wa azzamahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa ta’ziiman wa takriiman wabirran” . Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yg memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya diantara mereka yg berhaji atau berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan.
  6. Thawaf  (mengelilingi Ka’bah 7x). urutan mengerjakan thawaf antara lain:
  • Dilakukan dalam keadaan berwudhu à jika batal saat thawaf maka perbaharui wudhu dan melanjutkan thawaf dari tempat batalnya wudhu/ tidak mengulangi dari awal,
  • Menuju garis start di rukun Hajar Aswad,
  • Berdoa memulai thawaf. Isyarat tangan saat segaris dengan rukun Hajar Aswad, mengecup tangan dan mengucap: “Bismillaahi wallaahu akbar”, Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar,
  • Mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam à berdoa apa saja, dengan bahasa apa saja, berdzikir/ diam saja. Jika Thawaf Qudum (thawaf pertama kali masuk Masjidil Haram) disunahkan bagi laki-laki berlari-lari kecil 3 putaran selanjutnya berjalan biasa. Untuk wanita hanya berjalan biasa,
  • Dalam setiap perjalanan dari Hajar Aswad sampai rukun Yamani membaca “Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil aziim” (Maka Suci Allah, segala puji milik Allah tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung),
  • Disunahkan membaca doa sapu jagad mulai dari rukun Yamani hingga ke rukun Hajar Aswad disetiap putaran. “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa azaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraar, yaa”aziizu yaa gaffaaru yaa rabbal ‘alamiin”. Artinya: Wahai Tuhan kami, berkahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang2 yg berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.

7. Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu berdoa di Multazam.
“Allaahumma yaa rabbal baitil’atiiq aatiq riqaabanaa wariqaaba aabaa inaa waummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa aulaadinaa minan naari yaa zaljuudi walkaramani walfadli walmanni wal’ataai wal ihsaan”. Artinya: Ya Allah yg memelihara ka’bah ini, merdekakanlah diri kami, bapak ibu kami, saudara2 dan anak2 kami dari siksa neraka, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang mempunyai keutamaan, kelebihan, anugrah, pemberian dan kebaikan, baikkanlah diri kami, hapuskanlah dosaku, tinggikanlah namaku, perbaiki segala urusanku, bersihkanlah hatiku, terangilah kuburku.

Hikmat thawaf mengajarkan kepada kita untuk:

  • Dekat dengan Alloh dan harus bersinergi untuk mewujudkan kebaikan di jalan Alloh,
  • Berbuat baik walau pun terhimpit namun tetap berdzikir dan memuji Alloh à sesulit apapun harus ingat Alloh,
  • Bergabung dengan hamba/umat-Nya yang lain dalam dzikir, fikir dan ikhtiar untuk menciptakan kebaikan bersama-sama,

Kesalahan yang sering dilakukan dalam thawaf:

  • Memulai thawaf dari sebelum Hajar Aswad dan Rukun Yamani,
  • Berdesak-desakan dan tidak mengelilingi seluruh Ka’bah,
  • Berjalan cepat pada seluruh putaran,
  • Berdesak-desakan untuk mencapai Hajar Aswad,
  • Keyakinan bahwa Hajar Aswad itu memberikan manfaat à ucapan Umar Ra: ..”Sesungguhnya aku tahu pasti bahwa engkau hanya sekedar batu biasa yg tidak mendatangkan mudharat dan manfaat. Seaindainya aku tidak melihat Nabi menciummu tentu aku tak akan menciummu”,
  • Memegang seluruh tembok Ka’bah dan mengusapnya à Nabi tidak memegang Ka’bah kecuali 2 rukun yamani yaitu Hajar Aswad di yamani timur dan rukun Yamani barat,
  • Berjalan membelakangi Ka’bah/ Ka’bah disebelah kanan,
  • Mengkhususkan doa-doa tertentu pada setiap putaran,
  • Mengganggu jamaah lain.

8. Shalat sunah 2 rakaat di Maqam Ibrahim.

  • Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” . Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat), QS. Al Baqarah: 125,
  • Shalat sunah 2 rakaat à pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas,
  • Mengajarkan bahwa kita berada dibarisan nabi Ibrahim AS,
  • Mengambil barisan tauhid, menarik batas tegas antara kebenaran dan keburukan,
  • Bertekad menghabiskan waktu kita untuk mendukung pihak yg berjuang untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan.

9. Minur air Zamzam. Doanya: “Allohumma innii asyrobuhu mustasyfiyan bihi fasyfinii” . Artinya: Ya Alloh sesungguhnya saya minum air zam-zam dengan harapan mendapatkan kesembuhan, maka berilakan kesembuhan kepadaku (kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 183),

  • Mengandung makna bahwa dalam berjuang dijalan Alloh menegakkan keadilan kita juga perlu beristirahat,
  • Ibadah tidak mesti semuanya berisi aktifitas pengabdian, tetapi dapat juga beristirahat untuk memberikan hak kepada tubuh menjadi segar namun dalam kondisi tetap berdzikir.

10. Sa’I (berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwa 7x). Urutannya adalah:

  • Isyarat ke Ka’bah,
  • Menuju bukit Shafa dan Berdoa menjelang sampai bukit Shafa. Membaca doa: “Bismillahirrohmaanirrohiim. Innas safaa walmarwata min sya’aairillah. Faman hajjal baita awi’tamara falaajunaaha ‘alaihi ayyatawaafa bihimaa wamantatawwa’akhairan fa innallaaha syaakirun ‘aliim”. Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar tanda kebesaran Allah. maka barang siapa yg beribadah haji dan umrah ke Baitullah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai diantara keduanya. Dan barang siapa yg mngerjakan suatu kebajikan dg kerelaan hati maka sehungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha mengetahui.
  • Berdiri di bukit Shafa dengan menghadap Ka’bah dan berdoa :“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, walillaahilhamdu. Allaahu Akbar ‘alaama hadaana walhamdulillaahi ‘alaamaa aulaana laa ilaaha illallaahu wahdau laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumitu biyadihil khairu wahuwa’alaa kulli syaiin qadir. Laa ilaaha illallaahu wahdahu lasyarika lah anjaza wa’dahu wanasara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu walaa na’buduillaa iyaahu mukhilisiina lahuddiina walau karihal kafiruun”. Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar atas petunjuk yg diberikan Nya kepada Kami. Segala puji bagi Allah atas karunia Nya yg telah dianugrahkan Nya kepada kami, tiada Tuhan selain Allah. Tidak ada sekutu baginya. Baginya kerajaan Pujian. Dialah yg menghidupkan, mematikan, pd kekuasaan Nya segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi Nya, yg telah menepati janji Nya, menolong hambanya dan menghancurkan musuh2 Nya dengan ke Esaan Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada Nya dengan ikhlas walaupun orang2 kafir tidak senang.
  • Berjalan menuju bukit Marwah sambil berdoa/ berdzikir à dalam setiap perjalanan antara Shofa dan Marwah/ sebaliknya membaca “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahummasta ‘milanii bisunnati nabiyyika wa tawaffanii ala millatihin wa a’idnii min mudillaatil fitani” (Ya Allah, bimbinglah kami untuk beramal sesuai dengan sunnah Nabi Mu dan matikanlah kami dalam keadaan Islam dan hindarkanlah kami dari fitnah/ ujian yg menyesatkan).
  • Doa dari bukir Shafa ke pilar hijau: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar kabirraa walhamdulillaahi kasiiraa. Wasubhaanallaahil’aziimi wabiham dihil kariimi bukratwwa asilla. Waminal laili fasjud lahu wasabbdih hi lailan tawilaa. Laa ilaaha illallaahuu wahdah anjaza wa’dah. Wanasara ‘abdah wahazamal ahzaaba wahda. La syai a qablahu wala ba’dahu. Yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun daa imun laayamuutu walayafuutu abadaa. Biyadihil khairu wailaihil masiir. Wahuwa’alaa kulli syai in qadiir”. Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujian yang tidak terhingga. Maha Suci Allah dengan segala pujian diwaktu pagi dan petang. bersujud dan bertasbihlah pada Nya sepanjang malam. Tiada Tuhan selain Allah yg menepati janji Nya membela hamba Nya dan menghancurkan musuh2 Nya dengan Keesaan Nya. Dialah ygn menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Hidup Kekal. hanya ditangan Nya lah terletak kebajikan dan kepada Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah yang Kuasa atas segala sesuatu.
  • Lari-lari kecil bagi pria diantara dua lampu hijau sambil membaca doa: “Rabbigfir warham wa’fu watakarram watajaawaz’ammaa ta’lam, innaka ta’lamu maalaa na’lam. Innaka antallaahul a’azzul akram”. Artinya: Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa2 yg Engkau ketahui dari dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa2 yg kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Y Allah Maha Tinggi dan Maha Pemurah.
  • Dari lampu hijau ke bukit Marwah berdoa apa saja. Ya Allah bebaskanlah kami dari api siksa api neraka dalam keadaan selamat, beruntung, bahagia, jadikanlah kami orang2 shaleh yaitu orang yg kau beri nikmat dari golongan Nabi, orang2 jujur, para syuhada. Tiada Tuhan selain Allah yg kami sembah.
  • Doa ketika mendekat di bukut Marwa: “Innas safaa walmarwata min sya’aairillah. Faman hajjal baita awi’tamara falaajunaaha ‘alaihi ayyatawaafa bihimaa wamantatawwa’akhairan fa innallaaha syaakirun ‘aliim”.  Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar tanda kebesaran Allah. maka barang siapa yg beribadah haji dan umrah ke Baitullah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai diantara keduanya. Dan barang siapa yg mngerjakan suatu kebajikan dg kerelaan hati maka sehungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha mengetahui.
    • Berdiri di bukit Marwah dengan menghadap Kab’bah berdoa,
    • Doa dari Marwa ke Shafa:
      • Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa. Aku memohon ampunilah dosa2 kami dosa istri dan anak2 kami, dosa kedua orang tua kami, dosa saudara2 kami, kuatkanlah iman kami, hapuskanlah kesalahan2 kami, wafatkanlah kami dalam Islam dan dalam keadaan terbaik. Berikanlah kami apa yg telah kau janjikan dan jangan Kau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.
      • Ya Allah sucikanlah hati kami, ikhlaskanlah ibidah kami, jauhkan kami dari segala marabahaya dan segala godaan setan yg terkutuk.
      • Ya Allah tambahkanlah kami ilmu pengetahuan dan berikanlah aku hidayah dan rahmat di sisi Mu.
      • Ya Allah periharalah pendengaranku, pengelihatanku, lapangkanlah dadaku, berilah cahaya dalam hati, telinga dan penglihatanku,
      • Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari ahzab kubur,
      • Ya Allah jauhkanlah aku dari kekafiran dan kefakiran,
      • Ya Allah mudahkanlah segala urusan duniaku, aku berlindung kepada Mu dari segala keraguan,
      • Ya Allah jauhkanlah diriku dari segala kejahatan dunia,
      • Ya Allah jauhkanlah aku dari perbuatan fasiq, kufur dan durhaka,
      • Ya Allah akhiri ajal kami dengan bentuk yang baik, baikkanlah semua amalan kami,
      • Ya Allah maafkanlah segala kesalahan kami, tolonglah kami untuk taat dan selalu bersyukur,
  • Diulang mulai langkah ke 4: Shafa-Marwah = 4 kali dan Marwah-Shafa = 3 kali .

Hikmah Sai:

  • Umur akan bermakna jika diisi dengan usaha,
  • Usaha yang dimulai dari kesucian hati menuju kemenangan gemilang yang bertabur doa,
  • Sebaik-baiknya usaha adalah yang didahului dengan doa.

11. Tahalul (mencukur rambut). Membaca doa: “Allaahummaj’al likulli sya’ratin nuuran yaumal qiyaamah”. Artinya:Ya Alloh jadikanlah untuk setiap helai rambut (yg aku gunting) cahaya pada hari kiamat,

  • Memotong sebagian rambut,
  • Wanita à digunting ujung rambut,
  • Pria à digundul yang utama atau dipendekkan secara merata,
12. Sholat dua rakaat di hijir ismail, dapat dilakukan sebelum atau setelah sai.
Lokasi-lokasi penting di sekitar kota Makkah:
Tempat miqat dan sekitarnya:

Tempat-tempat bersejarah di kota Mekkah:

  • Dar Maulid: tempat Rasulullah dilahirkan. 100 m timur laut bukit Marwah. Sekarang digunakan sebagai perpustakaan,

  • Jabal Qubais: ada yg mengatakan makam ibu Hawa,
  • Dar St Khadijah: rumah tempat Rosulullah dan Siti Khadijah tinggal serta tempat turunnya wahyu QS Al Mudatsir 1-8,
  • Hijir Ismail: tempat mustajab untuk berdoa. Bekas rumah nabi Ibrahim AS,
  • TPU Ma’ala: 600 m utara majidil haram. Tempat makam Siti Khadijah, Qasim bin Muhammad (putra Rosul), Abdul Muthalib dan Abu Thalib,
  • Masjid Abu Bakar: selatan masjidil haram. Rumah Abu Bakar RA dan A’isyah RA,
  • Ji’ranah: tempat miqat tertinggi. 16 km timur laut masjidil haram. Terdapat sumur Bir Toflah hasil pemukulan tongkat Rasul ketika kehabisan air sepulang dari perang Hunain. Diambil dari nama wanita yg merawat masjid ini

  • Masjid Jin: berada di Ma’la utara masjidil haram. Tempat sekelompok jin mendengar Rosul membaca Qur’an saat shalat subuh lalu mereka masuk islam. Diabadikan dalam QS Jin,
  • Masjid Ar Rayyah: tempat Rosul bermalam sebelum menaklukan Mekkah,
  • Masjid St A’isyah: berada di Tan’im di tepi jalan Makkah-Madinah. Sebagai tempat miqat. Berawal saat A’isyah berhalangan sewaktu haji wada dan thawafnya tertunda. Maka Rosul memerintahkan Abdullah bin Abu Bakar (kakaknya) untuk menemaninya berihram di masjid ini. Untuk menuju masjid ini anda dapat menggunakan taxi yang berada di samping hotel Intercon dengan membayar 10 real per orang PP,

  • Batas Haram: tempat nabi Adam berdoa kepada Alloh untuk diselamatkan dari godaan iblis. Alloh menurunkan malaikat untuk menjaga daerah tersebut ditandai dengan “tugu batas haram”. Non muslim dilarang melewati batas ini (QS At Taubah:28),
  • Gua Hira: berada di Jabal Nur, 5 km timur laut Makkah. Tempat turunnya wahyu pertama,
  • Gua Tsur: berada di Jabal Tsur, 7 km tenggara masjididl haram menuju Thaif. Tempat Rosul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran musyrikin saat hijrah ke madinah (QS At Taubah: 40),
  • Muhasir: berada antara Mina-Musdalifah. Tempat dihancurkannya pasukan bergajah Abrahah oleh burung Ababil (QS Al Fiil),
  • Jabal Rahmah: berada di Arafah, 25 km timur masjidil haram. Tempat dipertemukannya nabi Adam dan Siti Hawa,

  • Jabal Qurban: terletak diantara Mina-Musdalifah. Tempat nabi Ibrahim melaksanakan perintah Alloh menyembelih anaknya nabi Ismail AS,
  • Masjid Namirah: berada di Arafah yg sebagian berada di batas luar arafah. Hanya dipakai 1 tahun sekali ketika musim haji,
  • Musium Haramain: barat laut masjidil haram. Tempat menyimpan koleksi benda bersejarah dari Mekkah dan madinah.

Sebelum meninggalkan kota Makkah jangan lupa melakukan thawaf wada atau thawaf perpisahan.

  • Tawaf wada dilakukan sesaat sebelum meninggalkan makkah.
  • Sama seperti tawaf umroh, tawaf wada juga dilakukan sebanyak 7 putaran,. Yang membedakan dengan tawaf umroh adalah niatnya.
  • Tawaf wada tidak menggunakan ihram. Tapi tetap harus dalam keadaan wudhu.
  • Bacaan dalam tawaf wada sama dengan bacaan tawaf lainnya.
  • Setelah selesai tawaf, sangat dianjurkan untuk berdoa di depan multazam. Pada intinya, doa yang diucapkan berisi antra lain, mohon ampunanan, bersyukur bahwasanya kita sudah diberi kesempatan mengunjungi rumahNya, memohon agar kunjungan kita ini bukan kunjungan yang terakhir dan kita mohon agar diundang lagi oleh-nya. Kita juga dapat berdoa agar Allah juga mengundang keluarga, sahabat, kenalan kita yang lain. Akhirnya kita mohon agar diberi keselamatan di perjalanan hingga sampai dirumah lagi.
  • Selesai berdoa, langsung kita keluar dari mesjid haram dan tidak lagi masuk ke mesjid haram.
  • Bagi wanita yang sedang haid dan tidak/belum berhenti, karena tidak bisa masuk mesjid, dianjurkan agar berdiri dihalaman mesjid dan usahakan melihat kaabah dari luar, kemudian membaca do’a
Perjalanan terakhir di Kota Jeddah
Tibalah hari kepulangan kami yang diawali menuji kota Jeddah. Di kota Jeddah (kota nenek) tidak banyak yang berbeda dibandingkan 7 tahun lalu. Tempat-tempat yang dikunjungi tetap sama seperti masjid terapung dan daerah pertokoan disekitar Balad. Di balad ini hampir semua toko mendeklarasikan dirinya murah.
Kami sempat melaksanakan shalat jumat di masjid Qisos, yaitu masjid tempat dilakukannya eksekusi mati bagi para terpidana mati dengan dipancung.

Saudara-saudaraku, banyak yang ingin sekali segera berhaji dan umrah, namun belum berkeinginan atau tidak melayangkan permintaan dan doa kepada Allah, Yang Memiliki Ka’bah. Mari kita sama-sama berdoa agar dapat dipanggil dan terpanggil untuk memenuhi undangan NYA pergi haji dan umrah. Kalau bisa doanya jangan tanggung-tanggung, sebut saja sekalian supaya bisa pergi haji dan umrah sekeluarga, dan bisa pula membiayai orang lain berhaji dan umrah. Aamiin YRA.

Jadilah tamu-tamu Allah, kuatkan niat dan berdoa agar dimudahkan dalam proses Umroh/Haji :

“Allahumma baligrna makkata walmadinata liziaroti haromika waharomi nabiika muhammadin shollallahu alaihi wasallam yusran la usran wa ala shihhati wal’afiati wassalamati wannajahi birohmatika ya arhamarrohimin.”. Artinya:  Ya Allah, sampaikanlah kami ke Mekkah dan Madinah untuk berziarah ke tanah Harammu dan tanah Haram NabiMu, Muhammad SAW dalam keadaan sehat wal’afiat, sejahtera & keberhasilan dengan RahmatMu, wahai yang maha memiliki rahmat.
Amiin. YRA

Jakarta-Madina-Mekkah-Jeddah, 23-31 Maret 2012
Setelah membaca doa ini, bayangkan dan visualisasikan diri anda (kita) sedang mengerjakan umrah, ( urutannya dari berangkat hingga pulang ) yakinkan diri kita, Insya Allah dijabah.

Studi Kasus Devolusi PBB P2: Peluang dan Tantangan Bagi Pemda Kabupaten/Kota di Provinsi Sumbarja

Tags

, , ,

Tidak lama lagi masyarakat Indonesia akan dihadapkan pada perubahan besar dalam pengelolaan pajak, bahkan dibeberapa daerah mulai tahun lalu sudah merasakan perubahan itu. Seiring dengan era otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, mau tidak mau suka tidak suka hal ini akan terjadi. Salah satunya adalah dengan didevolusinya dua jenis pajak pusat yaitu BPHTB dan PBB P2 menjadi pajak daerah. BPHTB sudah sejak 1 Januari 2011 lalu resmi dikelola oleh pemerintah daerah, sedangkan untuk PBB P2 akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2014 nanti tergantung dari kesiapan daerah itu sendiri.

Wacana untuk pendaerahan PBB P2 sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Bahkan menurut situs BPPK ide pendaerahan itu sudah ada sejak tahun 60-an, ketika dahulu PBB P2 lebih dikenal dengan Iuran Pembangunan Daerah (Ipeda) yang saat itu masih dikelola oleh Direktorat Jenderal Moneter. Namun mengingat kondisi saat itu tidak memungkinkan  maka wacana tersebut hanya baru sebatas ide saja. Namun tidak disadari dalam perjalanannya wacana itu terus bergulir sampai dengan lahirnya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Berdasarkan Undang-undang PDRD ini, Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sebelumnya merupakan pajak yang dikelola oleh pemerintah pusat diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah. Pelimpahan pengelolaan PBB P2 kepada pemerintah daerah menurut pasal 182 ayat 1 UU PDRD akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 1 Januari 2014.

Perlu diketahui bahwa sebelum berlakunya UU PDRD, PBB P2 merupakan pajak yang dipungut dan diadministrasikan oleh pemerintah pusat namun demikian hasilnya seluruhnya diberikan kepada pemerintah daerah. Dengan demikian tentunya pemerintah daerah mempunyai kepentingan yang sangat besar terhadap pajak ini. Pola tax sharing seperti ini memang dahulu sangat diperlukan terutama sebagai salah satu sumber penyeimbang pendapatan daerah, sesuai dengan salah satu fungsi pajak itu sendiri yaitu sebagai pengatur (reguleren). Namun seiring dengan berkembangnya rezim otonomi daerah dimana daerah diminta untuk lebih mandiri dalam mengelola sumber-sumber pendapatannya maka pola bagi hasil tersebut menurut pengagas UU PDRD ini sudah tidak relevan lagi.

Pendaerahan PBB P2 menurut beberapa penggagasnya, diharapkan akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaannya. Hal ini dinilai akan dapat terwujud bila pengelolaan PBB P2 diserahkan kepada masing-masing pemegang otonomi. Pada gilirannya diharapkan akan membawa iklim demokrasi yang lebih baik karena berakar langsung pada kondisi konkrit di daerah yang bersangkutan.

Pembiayaan kebutuhan daerah yang selalu meningkat setiap tahunnya yang selama ini masih sebagian besar dibiayai dari dana transfer DAU dan DAK dari pemerintah pusat dianggap kurang mencerminkan bentuk kemandirian daerah. Hal ini  pada akhirnya tidak memberikan insentif bagi daerah untuk menggunakan anggaran secara efisien. Jika sebagian besar pembiayaan kebutuhan daerah diperoleh dari DAU dan DAK, maka otomatis peran pemerintah daerah dalam mengelola pemerintahannya dianggap menjadi kurang dewasa. Diharapkan bila PAD dari sektor pajak semakin meningkat maka tentunya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak tersebut akan semakin tinggi, dan kesadaran untuk membayar pajak daerah serta retribusi daerah atas pelayanan publik yang langsung akan mereka nikmati juga akan makin tinggi.

Bersamaan dengan itu pemerintah daerah akan terdorong untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena setiap pembebanan tertentu kepada masyarakat memerlukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Argumen lainnya yang dilontarkan sehubungan dengan proses pengalihan ini adalah bahwa objek pajak properti lebih bersifat immobile, dalam arti tidak dapat dipindahkan ke daerah lainnya, sehingga lebih pantas apabila dijadikan pajak daerah.

Gambar 1. Skema pengalisan seluruh kewenangan pemungutan PBB P2

Sebenarnya jika dilihat dari proses pemungutannya sejak dulu pemerintah daerah telah terlibat aktif terutama dalam hal penyampaian SPPT PBB P2 kepada wajib pajak dan pelaksanaan penagihan yang dilakukan secara bersama-sama dengan dibentuknya tim intensifikasi penagihan PBB P2. Namun demikian peran daerah tersebut sebenarnya tidak bisa dikatakan secara otomatis bahwa daerah mampu mengelola pajak ini dengan baik seperti yang selama ini dilakukan oleh pemerintah pusat. Masih perlu banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti masalah teknis administratif, SDM, struktur organisasi, teknologi informasi dan hal-hal lainnya. Demikian juga masalah bagaimana menjaga kesinambungan penerimaan Negara (fiscal sustainability) dan beban pajak masyarakat. Untuk itu perlu perhatian dan persiapan serius bagi pemda yang nantinya akan mengelola PBB P2. Masyarakat sangat berharap jangan sampai upaya pendaerahan PBB  P2 itu justru menjadi tidak produktif dan akan semakin menambah beban masyarakat dan pemda itu sendiri.

Jika ditinjau dari sisi pengalihan penerimaan sebenarnya tidak semua daerah akan menikmati pertumbuhan PAD dari PBB P2. Dari hasil analisa perhitungan perubahan penerimaan PBB P2 akibat dari berlakunya UU 28 tahun 2009, hanya akan dinikmati oleh kota-kota besar saja yang dalam waktu dekat akan mengalami penambahan penerimaan dari proses devolusi ini. Perhatikan skema pembagian penerimaan PBB P2 sebelum UU PDRD berlaku.

Gambar 2. Skema bagi hasil PBB P2 menurut UU PBB

Menurut UU PBB, pemerintah Kabupaten/Kota akan menerima penerimaan PBB P2 sebesar 64,8% ditambah:

  1. Bagi rata penerimaan (6,5% dibagi seluruh jumlah Kabupaten/Kota di Indonesia),
  2. Insentif bagi pemda Kabupaten/Kota yang capaian realisasi penerimaannya 100% (3,5% dibagi menurut proporsi capaian penerimaan),
  3. Sebagian dari biaya pemungutan.

Tambahan dari ke tiga item di atas itu saja ditahun 2010 paling tidak akan mencapai 2,5-3 miliar setahun. Dengan berlakunya UU PDRD maka skema bagi hasil di atas menjadi tidak berlaku lagi. Pemda Kabupaten/Kota akan murni menerima seluruh penerimaan PBB P2 untuk setiap tanah dan atau bangunan yang hanya berada di lokasinya saja menjadi PAD tanpa perlu dibagi lagi ke daerah lain dan Propinsi. Dengan demikian terbuka peluang tambahan penerimaan dari PBB P2 sebesar 35,2%. Apakah semua daerah akan merasakan hal yang sama ? Mari kita kaji lebih jauh.

Dari hasil simulasi menggunakan data realisasi penerimaan PBB P2 tahun 2010 berdasarkan skema bagi hasil pada gambar 2, kemudian dibandingkan dengan realisasi penerimaan PBB P2 setelah penerapan UU PDRD untuk studi kasus Provinsi Sumbar dan Jambi menghasilkan pola perubahan yang berbeda.

Tabel 1. Simulasi realisasi penerimaan PBB P2 berdasarkan UU PBB dan UU PDRD

Sumber: Data diolah dari realisasi penerimaan PBB P2 tahun 2010

Untuk Provinsi Sumbar dengan diberlakukannya UU PDRD dalam jangka pendek kemungkinan hanya 3 daerah saja yang akan mengalami peningkatan penerimaan PBB P2, sedangkan 16 Kabupaten/Kota lainnya akan mengalami penurunan penerimaan. Secara keseluruhan penerimaan PBB P2 untuk Provinsi Sumbar akan mengalami penurunan sekitar 5,03%. Kemudian untuk Provinsi Jambi dari hasil simulasi diperoleh hasil yang bertolak belakang. Dalam jangka pendek hanya 3 daerah saja yang akan mengalami penurunan penerimaan PBB P2, sedangkan 8 Kabupaten/Kota lainnya akan mengalami peningkatan penerimaan. Secara keseluruhan penerimaan PBB P2 untuk Provinsi Jambi akan mengalami peningkatan sekitar 0,86% atau tidak jauh berbeda ketika penerapan UU PBB sebelumnya.

Mengapa dikedua provinsi ini mengalami perbedaan pola penerimaan yang cukup signifikan sehubungan dengan penerapan UU PDRD ? Jika dilihat dari kondisi wilayah, untuk provinsi Sumbar sebagian besar daerahnya masing sangat mengandalkan penerimaan PBB P2 dari bagi rata 6,5% dan insentif 3,5%. Artinya terjadi ketimpangan yang sangat besar antara realisasi penerimaan murni dan tambahan bagi hasil dari daerah lain. Akibatnya ketika penerapan UU PDRD seluruh bagi rata yang selama ini diperoleh dari bagian daerah lain sebesar 2,5-3 miliar setahun akan hilang.

Kondisi berbeda terjadi di Provinsi Jambi. Provinsi Jambi ternyata selama ini merupakan salah satu provinsi yang menyalurkan sebagian penerimaan PBB P2 ke daerah lain. Sehingga ketika penerapan UU PDRD, untuk sebagian besar Kabupaten/Kota di provinsi ini justru dalam jangka pendek sudah dapat menikmati peningkatan penerimaan PBB P2. Hal ini juga bisa dilihat dari pertumbuhan sektor properti di kedua provinsi tersebut yang cukup mencolok.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah masalah biaya pengololaan PBB P2 (collection cost). Biaya pengelolaan yang selama ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat dengan berlakunya UU PDRD maka pemerintah daerah secara otomatis akan menanggungnya. Artinya dimungkinkan ada daerah yang biaya pengelolaannya nanti akan lebih besar dibandingkan dengan hasil pemungutannya.

Bagaimana cara menyiapkan ketetapan PBB ?

PBB P2 pada dasarnya adalah pajak atas objek berupa tanah dan atau bangunan. Berbeda dengan BPHTB yang lebih bersifat self asessment dimana pajak ini tidak akan terjadi bila tidak ada perubahan kepemilikan atas properti yang dimiliki oleh wajib pajak. Sehingga pemda sebagai pengelola BPHTB lebih bersifat mengawasi peralihan kepemilikan atas properti tanah dan atau bangunan beserta pengawasan pembayarannya. Sedangkan PBB P2 merupakan pajak properti ini lebih bersifat official asessment. Artinya ketetapan pajaknya harus dipersiapkan terlebih dahulu oleh pemerintah daerah sebelum ditagihkan ke wajib pajak atas properti tanah dan atau bangunan yang dimiliki atau dikuasai.

Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah daerah agar PBB P2 ini dapat dipungut ? Tentunya ada beberapa variabel yang perlu diperhatikan seperti ilustrasi gambar di bawah ini.

Gambar 3. Formula perhitungan ketetapan PBB menurut UU PDRD

 Untuk menyusun ketetapan PBB P2 ada 3 variabel inti yang perlu dipersiapkan baik oleh pemerintah daerah sendiri maupun bersama-sama dengan DPRD. Ketiga variabel tersebut antara lain:

  1. Tarif à Tarif pajak ditetapkan dengan Perda sebesar maksimal 0.3%,
  2. Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) à NJOPTKP ditetapkan dengan Perda sebesar paling rendah 10 juta rupiah,
  3. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) à NJOP diatur melalui peraturan Bupati/ Walikota.

Perhitungan ketetapan PBB P2 dalam UU PDRD ini sedikit berbeda dibandingkan dengan UU PBB lalu. Perbedaan terlihat terutama pada penerapan tarif (maksimal 0.3%) dan NJOPTKP (minimal 10 juta rupiah). Tarif efektif yang dulu berlaku ada 2 yaitu 0.1% untuk objek pajak yang NJOP-nya lebih kecil dari 1 miliar rupiah dan 0.2% apabila NJOP-nya lebih besar atau sama dengan 1 miliar rupiah.

Pemda perlu hati-hati dalam menentukan tarif ini karena setiap daerah diberikan kebebasan untuk menetapkan besaran tarif tersebut, sehingga kedepan kemungkinan besar akan ditemui variasi tarif PBB P2 antar daerah. Diperlukan kajian yang sangat mendalam untuk menentukan berapa besar tarif PBB P2 yang akan diterapkan agar pokok ketetapan PBB P2 yang dimiliki selama ini tidak mengalami penurunan dan masyarakat tidak bergejolak setelah ketetapan PBB P2 diluncurkan. Untuk menetapkan kedua variabel ini tentunya pemerintah Kabupaten/Kota tidak bisa bekerja sendiri, perlu membicarakannya dengan DPRD sebagai pihak legislator yang kemudian dituangkan dalam bentuk Perda.

Variabel yang bisa langsung dikontrol sendiri oleh pemerintah Kabupaten/Kota adalah dalam hal menetapkan besarnya NJOP tanah dan bangunan. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) adalah suatu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. NJOP ini ditetapkan sebagai dasar untuk pengenaan PBB P2 terhadap suatu objek bumi dan atau bangunan.  Apabila tidak diperoleh harga transaksi jual beli, maka NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau NJOP Pengganti. Yang dimaksud dengan :

  • Perbandingan harga dengan obyek lain yang sejenis, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu obyek pajak dengan cara membandingkannya dengan obyek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya,
  •  Nilai perolehan baru, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu obyek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh obyek tersebut pada saat penilaian dilakukan, yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik obyek tersebut.
  • Nilai jual pengganti, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu obyek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi obyek pajak  tersebut.

Selama ini penentuan besarnya NJOP dan klasifikasinya sebagai dasar pengenaan PBB diatur melalui Peraturan (Keputusan) Menteri Keuangan, dan yang berlaku hingga saat ini adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 523/KMK.04/1998. Namun karena ketentuan ini sudah sangat lama, dan sudah tidak memadai lagi untuk dijadikan sebagai dasar dalam pengenaan PBB, maka Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/PMK.03/2010 tanggal 27 Agustus 2010 tentang Klasifikasi dan Penetapan Nilai Jual Objek Pajak sebagai Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan.

Berdasarkan ketentuan ini Klasifikasi NJOP Bumi sektor P2 dibagi menjadi 100 Klas, dengan nilai Klas tertinggi yaitu Klas 001 dengan NJOP sebesar Rp 68.545.000/m2 dan nilai Klas terendah yaitu Klas 100 dengan NJOP sebesar Rp 140/m2. Sedangkan Klasifikasi NJOP Bangunan sektor P2 menurut ketentuan ini dibagi menjadi 40 Klas, dengan nilai Klas tertinggi yaitu Klas 001 dengan NJOP sebesar Rp 15.250.000/m2 dan nilai Klas terendah yaitu Klas 40 dengan NJOP sebesar Rp 50.000/m2. Tentunya setelah menjadi pajak daerah apabila masih menginginkan metode perhitungan NJOP yang sama, ketentuan klasifikasi NJOP ini menjadi tidak berlaku lagi dan pemda perlu melakukan replikasi aturan tersebut kedalam peraturan Bupati/Walikotanya.

Sebelum dinilai dan ditentukan NJOP-nya, setiap objek berupa tanah dan bangunan yang dimiliki, dikuasai atau dimanfaatkan oleh subjek pajak perlu didata terlebih dahulu. Proses pendataan berupa pengumpulan data yang berkenaan dengan objek dan subjek pajak dimaksud dituangkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPOP) dan Lampiran Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (LSPOP). Proses pendataan ini dapat dilakukan secara langsung oleh fiskus atau pun wajib pajak yang datang sendiri dan melaporkannya ke kantor pajak setempat.

Setelah ketiga variabel tersebut dapat ditentukan barulah ketetapan PBB per objek pajak dapat dihitung dan ditetapkan dalam surat ketetapan yang disebut dengan Surat Pembertahuan Pajak Terhutang (SPPT). Pajak yang terhutang berdasarkan SPPT tersebut harus dilunasi selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh Wajib Pajak.

Bagaimana cara memungut PBB P2 ?

Tahap selanjutnya setelah pemda kabupaten/kota menghitung besaran PBB P2 yang nantinya akan tertuang dalam SPPT, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penetapan SPPT. Tentunya karena jumlah objek pajak yang dikelola sangat banyak untuk provinsi Sumbar saja sekitar 2 juta SPPT dan provinsi Jambi sekitar 910 ribu SPPT, maka tidak mungkin dikerjakan secara manual. Untuk itu perlu dikelola dengan menggunakan sebuah sistem manajemen teknologi informasi. Teknologi informasi yang telah dipakai selama ini disebut dengan sistem manajemen informasi objek pajak (SISMIOP). Setelah seluruh SPPT tercetak, tahap selanjutnya adalah melakukan distribusi SPPT ke seluruh wajib pajak melalui channel Kecamatan, Kelurahan dan RT/RW.

Proses selanjutnya adalah mengadministrasikan pembayaran yang dilakukan oleh wajib pajak. Saluran pembayaran PBB P2 selama ini dapat dilakukan melalui bank-bank tempat pembayaran yang ditunjuk atau dapat pula melalui sistem jaringan ATM dan internet banking. Tentunya sistem pembayaran yang sudah berjalan selama ini tidak akan dapat berfungsi lagi bila pemda Kabupaten/Kota tidak membuat kerjasama baru, karena per tanggal 31 Desember jam 17.00 WIB sebelum tahun pengalihan seluruh rekening penampungan penerimaan dan kerjasama bank akan secara otomatis dihentikan.

Dalam jangka waktu tersebut wajib pajak memiliki hak untuk mengajukan beberapa jenis pelayanan sehubungan dengan SPPT yang telah diterbitkan. Pelayanan yang dimaksud dapat berupa keberatan atas SPPT, pengurangan atas ketetapan karena ketidakmampuan bayar, pembetulan data, pembatalan SPPT, mutasi SPPT, penerbitan baru dan lain-lain.

Apabila jatuh tempo 6 bulan setelah SPPT diterima terlampaui dan wajib pajak belum melakukan pembayaran PBB P2, maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota adalah melakukan proses penagihan aktif (law enforcement). Tentunya ada beberapa prosedur yang harus dilalui sebelum sampai pada proses penagihan secara aktif oleh fiskus.

Apa yang haru dipersiapkan ?

Untuk dapat mengelola PBB P2 tersebut pemerintah daerah Kabupaten/Kota perlu melakukan persiapan yang matang. Beberapa hal yang harus segera disiapkan adalah antara lain:

  1. Regulasi (Peraturan dan SOP).

Regulasi yang perlu segera disiapkan adalah berupa peraturan daerah (perda) tentang PBB P2. Perda PBB P2 yang telah disusun perlu dibahas dan disahkan terlebih dahulu oleh DPRD. Kemudian Perda tersebut disampaikan ke Provinsi dan setelah itu dimintakan persetujuan ke Menteri Keuangan cq. Menteri Dalam Negeri. Setelah perda disetujui selanjutnya pemda akan membuat surat pemberitahuan ke Menkeu cq. Mendagri tentang permintaan pendaerahan PBB P2 paling lambat 31 Juni sebelum tahun pengalihan.

Perlu diketahui bahwa per tahun pengalihan, seluruh peraturan pendukung dan SOP yang mengatur tentang pengelolaan PBB P2 yang selama ini dipakai oleh pemerintah pusat sudah tidak berlaku lagi seiring matinya UU PBB. Oleh karena itu pemda perlu melakukan replikasi aturan-aturan pendukung tersebut kedalam peraturan Bupati/Walikotanya. Peraturan pendukung yang perlu dibuat minimal menyangkut:

  1. Klasifikasi NJOP,
  2. Tata cara pendaftaran, pendataan dan penilaian objek dan subjek pajak,
  3. Tata cara penerbitan SPPT,
  4. Tata cara pembetulan dan pembatalan,
  5. Tata cara pengajuan pengurangan, keberatan, banding dan  peninjauan kembali atas keputusan keberatan,
  6. Tata cara penagihan dengan surat paksa dan pelaksanaan penagihan seketika sekaligus,
  7. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran PBB P2,
  8. Tata cara pembayaran, penyetoran, angsuran dan penundaan pembayaran pajak,
  9. Tata cara pelayanan,

2. Organisasi, SDM dan pelatihannya,

Organisasi tatalaksana pengelola PBB P2 tentunya akan mengalami perubahan ketika dikelola oleh pemda. Cara paling efisien adalah dengan melakukan maching terhadap fungsi-fungsi pengelolaan PBB P2 yang selama ini ada di Dirjen Pajak ke dalam organisasi di pemda itu sendiri. Paling tidak organisasi yang akan dibentuk atau dikembangkan pemda nantinya berisi 5 fungsi seperti digambarkan dalam skema berikut ini.

Gambar 4. Fungsi organisasi pengelola PBB P2

Fungsi baru yang perlu dibentuk dalam organisasi pemda adalah fungsi pendataan dan penilaian. Sedangkan fungsi lainnya bisa dimaksimalkan dengan fungsi-fungsi organisasi yang selama ini telah ada, tentunya dengan terlebih dahulu melakukan transfer knowledge dan upgrade ilmu bagi pengelolanya nanti.

Berbicara tentang organisasi tentunya akan langsung terkait dengan SDM pengelolanya. Paling tidak diperlukan SDM yang mampu menangani 3 bidang baru yaitu:

  • 2 orang D1/D3 bidang IT,
  • 5 orang D3/S1 bidang Pendataan dan Penilaian,
  • 4 orang D1/D3 bidang Pelayanan umum PBB P2,

Terkait dengan SDM yang perlu dilakukan setelahnya adalah melakukan pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari 3 tahap:

  • Pendidikan dan pelatihan pengelolaan PBB P2 secara umum,
  • Pendidikan dan pelatihan PBB P2 lebih spesifik (pendataan, penilaian, penetapan dan lain-lain),
  • Pemagangan di KPP Pratama.

3. Sarana dan prasarana.

Sarana dan prasara yang perlu disiapkan oleh pemda Kabupaten/Kota paling tidak meliputi 3 aspek antara lain:

  • Tempat Pelayanan yang akan menerima paling tidak 19 jenis pelayanan dan tempat penerima pembayaran PBB P2,
  • ATK yang meiputi blangko SPPT, blangko STTS, blangko DHKP, ribbon HS printer, blangko pendukung lain seperti SPOP, LSPOP dan Pelayanan,
  • Perangkat IT yang meliputi hardware, software, data dan dokumentasi.

Keseluruhan sarana dan prasarana tersebut tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pemda masing-masing. Kebutuhan tersebut sangat tergantung pada jumlah data yang akan dikelola.

4. Kerjasama dengan pihak terkait.

Kerjasama dengan pihak-pihak terkait perlu dibangun kembali oleh pemda setampat mengingat kerjasama yang selama ini terjalin antara pihak-pihak tersebut dengan Dirjen Pajak akan segera berakhir seiring dengan beralihnya PBB P2 ke pemda. Kerjasama yang perlu dibangun adalah antara lain dengan:

  • Bank penerima pembayaran, termasuk pembukaan rekening penerimaan PBB P2 di bank yang sehat dan pembukaan payment point. Perlu juga dipikirkan untuk tetap dikembangkan payment online system (POS) seperti yang selama ini sudah berjalan,
  • Kas daerah,
  • BPN,
  • PPAT Notaris,
  • Kantor lelang.

5. Sosialisasi.

Sosialisasi peralihan pengelolaan perlu sedini mungkin dilakukan terutama kepada pihak-pihak sebagai berikut:

  • Internal Pemda (lurah, camat, petugas pemungut, RT/RW dan petugas lainnya), DPRD, Propinsi,
  • Bank-bank penerima pembayaran,
  • Instansi terkait à BPN, Notaris PPAT, Kantor lelang,
  • Asosiasi properti à REI dll,
  • Asosiasi Notaris,
  • Developer properti,
  • Pemuka masyarakat,
  • Masyarakat umum.

6. Anggaran.

Bagian yang sangat penting lainnya adalah penganggaran atas seluruh persiapan yang telah direncanakan di atas. Anggaran perlu segera disiapkan dalam APBD pemda masing-masing. Anggaran yang dibutuhkan antara lain untuk keperluan:

  • Pengadaan Sarana Pelayanan,
  • Pengadaan ATK,
  • Pengadaan IT (hardware dan software),
  • Pengadaan POS,
  • Pelatihan SDM,
  • Sosialisasi dan launching.

Apa dampak yang mungkin terjadi dengan adanya pengalihan ini ?

Pengalihan pengelolaan PBB P2 ke pemerintah daerah tentunya akan menimbulkan dampak tertentu bagi pemerintah daerah maupun masyarakat yang bersangkutan. Namun demikian diharapkan dampak yang timbul akan lebih bersifat positif. Diharapkan dengan adanya pengalihan pengolaan PBB P2 ini maka:

  1. Akurasi data objek dan subjek PBB P2 akan semakin meningkat karena pemerintah daerah tentunya lebih menguasai wilayahnya dibandingkan dengan aparat pemerintah pusat,
  2. Pemda diharapkan lebih memiliki keberanian dalam melakukan penyesuaian NJOP karena penentuan NJOP yang dilakukan pemerintah pusat selama ini dinilai masih banyak yang under value;
  3. Pemberdayaan local taxing power melalui kewenangan penuh daerah dalam penentuan tarif dan pengelolaan administrasi pemungutan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas,

Namun demikian perlu juga dicermati bahwa dengan PBB P2 yang akan dikelola sendiri oleh pemda maka otomatis pemda harus mengeluarkan biaya baik biaya untuk investasi awal maupun biaya operasional per tahun sehingga perlu dilakukan kajian cost and benefit yang optimal. Disamping itu dengan tidak adanya lagi pola bagi rata penerimaan keseluruh wilayah Indonesia maka kemungkinan kesenjangan penerimaan PBB P2 antar daerah akan semakin melebar terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Hal ini disebabkan karena disparitas potensi pajak properti antara kota dan desa masih cukup jauh.

Daerah yang semula hanya mengandalkan bagi hasil PBB P2 dari pemerintah pusat akan cenderung mengabaikan pemungutan PBB P2 karena dianggap sistem administrasinya yang sulit, kompleks dan biaya pengeloaannya tinggi  sedangkan penerimaan pajaknya kecil. Sementara itu untuk daerah perkotaan dan industri akan semakin gencar menggenjot potensi pajak propertinya baik dengan cara menyesuaian NJOP maupun dengan cara menaikkan tarifnya untuk meningkatkan PAD-nya. Sehingga dimungkinkan akan terjadi keberagaman kebijakan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Keberagaman tersebut dapat terlihat dari perbedaan penerapan besaran tarif dan NJOPTKP. Keberagaman penerapan kebijakan tersebut tentunya dapat menimbulkan rasa ketidakadilan bagi masyarakat.

Kita semua tentunya berharap agar proses devolusi ini berjalan baik dan berkesinambungan dengan kebijakan sebelumnya. Artinya konsistensi penerapan kebijakan sebelum dan setelah devolusi harus benar-benar terjaga siapapun yang mengelola, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya gejolak sosial di masyarakat. Disamping itu akurasi data objek dan subjek pajak yang sudah ada akan semakin meningkat dan terjaga dengan baik. Kualitas pelayanan terhadap permasalah penetapan PBB P2 yang mungkin timbul akan semakin baik. Terakhir tentunya stabilitas penerimaan pajak sebagai salah satu penopang PAD daerah akan tetap terjaga.

eddiwahyudi@gmail.com

Tetap Tegar dan Kompak Untuk DJP yang Lebih Baik

Tags

, , ,

Catatan dari pertemuan Kabid KEP di Kota Bukittinggi….

Foto by: Dedy Heriyanto, KPP Pratama Bukittinggi

Ditengah badai yang lagi-lagi menerpa DJP, para Kabid KEP se Sumatera tetap tenang, tegar dan kompak untuk terus-menerus memberikan kontribusi positif bagi organisasi. Kali ini Kanwil DJP Sumbarja berkesempatan menjadi penyelenggara rapat koordinasi gabungan (rakorgab) Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi dan Penilaian (KEP) se Kanwil DJP Sumatera di Kota Bukittinggi pada tanggal 22-23 Februari 2012. Rakorgab kali ini dihadiri oleh Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Kantor Pusat DJP yang diwakili oleh Kasubdit Penilaian I, Kakanwil Sumbar dan Jambi, Kepala KPP Pratama Bukittinggi dan Kabid KEP, Kasi Bimbingan Pedanil, Fungsional Penilai Kanwil DJP se Sumatera serta Kasi Eksten, Fungsional Penilai dan beberapa orang Pelaksana  KPP Pratama se Kanwil DJP Sumbarja.

Rakorgab ini dibuka langsung oleh Bapak Peni Hirjanto selaku Kepala Kanwil DJP Sumbarja. Dalam arahannya beliau menekan perlunya upaya-upaya keras dan cerdas untuk menggali potensi pajak di sektor P3 terutama melihat kenyataan bahwa penerimaan pajak di sektor tersebut masih belum optimal, padahal lanjutnya lagi sektor P3 merupakan salah satu motor pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Untuk itu diperlukan upaya ekstra guna mendeteksi lebih mendalam dimana letak permasalahannya. Disamping itu pula peningkatan rencana penerimaan pajak tahun 2012 yang cukup besar tentunya memerlukan upaya-upaya khusus untuk mengamankannya, salah satu upayanya yaitu melalui penggalian potensi di sektor P3 tersebut. Pak Peni juga menuturkan perlunya membangun sinergi antara penggalian potensi PBB sektor P3 yang dapat terinterkoneksi dengan jenis pajak yang lain, sehingga diharapkan kedepan dimungkinkan dapat dilakukan dinamisasi antar jenis pajak.

Rakorgab bidang KEP se Kanwil Sumatera yang baru pertama kali dilaksanakan di pulau Sumatera ini membahas dan mengevaluasi keseimbangan NJOP Sektor P3 khususnya memperhatikan peningkatan rencana penerimaan yang bergerak secara signifikan di sektor perkebunan pada tahun 2012. Sehubungan dengan hal tersebut maka diharapkan dapat disusun basis data P3 se Sumatera untuk tujuan perpajakan agar potensi sektor P3 dapat terpetakan kemudian tergali dengan baik. Disamping itu rakorgab kali ini juga memiliki agenda bahasan lain yaitu sharing pengalaman oleh 2 Kanwil yang sudah terlebih dahulu melakukan proses pendaerahan PBB sektor P2 di wilayahnya. Kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman tentang penggalian potensi pajak perkebunan kelapa sawit oleh Kanwil Sumut 2. Tidak ketinggalan pula dalam rakorgab kali ini para Fungsional Penilai Kanwil se Sumatera dan Fungsional Penilai KPP Pratama se Kanwil Sumbarja juga berkumpul untuk berdiskusi membahas tentang reposisi peranan dan profesi penilai pajak ke depan, mengantisipasi berlakunya UU No.28 Tahun 2009 tentang PDRD.

Diakhir acara Kabid KEP se Sumatera berkomitmen untuk tetap fokus mengembangkan potensi perpajakan di sektor P3 agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi regional yang terlihat nyata dari pertumbuhan penerimaan pajaknya.

Take action now… Get involve and make different today…

Bertemu Sahabat dan Sharing Ilmu di FTSP UII

Tags

, , , , ,

Minggu lalu tanggal 25 Februari 2012 saya mendapatkan undangan untuk memberikan kuliah umum tentang manajemen dan penilaian properti di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia. Universitas yang sudah sekian puluh tahun saya tinggalkan. Adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk dapat hadir kembali di Universitas Islam Indonesia, It feels like home.

Seakan baru beberapa saat yang lalu saya melewatkan waktu bersama para wisudawan atas undangan Rektor UII di kampus tercinta ini. Kampus yang memberikan kebebasan berpikir dan berekspresi tanpa adanya sekat-sekat tertentu ini ternyata sudah 16 tahun lalu saya tinggalkan, namun semangat dan auranya masih kental terasa sampai sekarang.

Pulang ke kotaku…. Alunan lagu Kla Project selalu terngiang ditelinga kami berdua setiap saat berkesempatan ke kota tercinta ini. Kota dimana kami berdua merajut kasih sampai sekarang. Rasa kangen saya dan istri terhadap kampus ini seakan terobati setelah kami bertemu dengan sahabat-sahabat dan guru-guru kami di sana. Kampus UII ini memang semakin lama semakin berkembang dan indah apalagi setelah ditemukan sebuah candi di dalam lingkungannya. Kami pun berkesempatan menengok musium dan candi terebut.

Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII sebagai penyelenggara acara kali ini menghadirkan tiga alumni dengan bidang kerja yang berbeda-beda. Acara ini sebenarnya digagas oleh sahabatku Fitri Nugraheni. Ibu yang satu ini memang salah satu teman seangkatan saya di FTSP yang mengabdikan dirinya menjadi dosen disana, saat ini beliau sudah bergelar Phd. Saya diundang bersama dua sahabat FTSP UII lainnya yaitu Satya Priambodo seorang pakar jembatan yang saat ini bekerja di salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia dan Hamdi Buldan calon doktor di bidang ekonomi Islam yang sangat berpengalaman dalam bidang kewirausahaan konstruksi.

Sekeretaris Prodi Miftahul Fauziah, ST. MT. Ph.D, dalam situs UII mengungkapkan bahwa kuliah umum tersebut diinisiasi oleh kesadaran bahwa prodi telah menelurkan alumni yang sudah mempunyai kiprah besar di tingkat nasional. Menurutnya lagi bahwa para pakar sengaja didatangkan untuk memberikan semangat bagi mahasiswa….. Subhanalloh sepertinya kami masih jauh dari itu, tapi mudah-mudahan akan semakin memacu kami untuk dapat memeberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Aamiin YRA..

Dalam kuliah umum kali ini saya memcoba membuka wawasan para mahasiswa dan pakar di UII serta mengajak mereka untuk thinking out of the box. Yaitu dengan melihat derivatif ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur yang ternyata masih sangat luas yaitu salah satunya dalam bidang manajemen dan penilaian properti. Saya mencoba memaparkan peranan penting manajemen properti baik bagi government maupun sektor swasta.  Negara ini begitu giatnya melakukan pembangunan properti namun kadang melupakan aspek-aspek operasional, maintenance, audit, perbaikan, security, serta kebersihan. Bahkan tenaga-tenaga ahli dibidang ini pun masih sangat sedikit.

Padahal ditinjau dari fungsi-fungsi manajemen terlihat bahwa peranan manajemen properti begitu besar terutama dalam meningkatkan nilai properti sebagai sebuah investasi dan bisnis serta mengelola aspek fisik lingkungan properti. Perkembangan ini tentunya menuntut pengelolaan properti yang lebih baik sehingga diperlukan ketersediaan sumberdaya manusia untuk menanganinya.  Saya berharap dapat mengisi ruang-ruang kosong dalam pikiran mereka dan membuka wacana baru bagi para mahasiswa untuk ikut berkiprah dibidang tersebut. Karena dengan era otonomi daerah sangat diperlukan SDM yang ahli untuk mengelola aset yang dimiliki oleh negara.

Sedang dalam kuliahnya, sahabatku Satya Priambodo memaparkan bermacam-macam tipe jembatan yang ada di Indonesia termasuk yang pernah dikerjakannya bersama PP. Banyak jembatan yang pernah ia tangani terutama di pulau Sumatra. Beliau mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan sangat berkaitan dengan salah satu upaya pengembangan wilayah dalam mendukung pengembangan berbagai sektor kegiatan seperti ekonomi, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri, pariwisata, pertambangan serta pengembangan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kegiatan perdagangan antar daerah, kegiatan administrasi pemerintahan, kegiatan sosial-politik, dan sebagainya.

Menurutnya, kondisi alam Indonesia yang banyak terdapat aliran sungai pada wilayah darat dan terdiri dari pulau-pulau dengan selat yang relatif sempit pada wilayah perairannya merupakan tantangan dalam pengembangan wilayah  sehingga diperlukan infrastruktur pendukung dalam mempercepat pembangunan wilayah tersebut. Salah satu solusinya adalah peningkatan teknologi jaringan jalan dan jembatan yang tepat guna dan tepat sasaran.

Alhamdulillah disamping memberikan kuliah umum saya pun sempat melakukan refresh atas ilmu teknik sipil terutama di bidang jembatan.

Berpose bersama sahabat-sahabat UII 90-91 di RM Sate Maranggi milik sahabat Zaenal Arifin (bersorban…)

Lyla…. Kau “Lebih dari sekedar bintang-bintang”

…….

Kau lebih dari sekedar bintang-bintang,
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau ratu penguasa isi hatiku
Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan aku selalu ada untukmu

Ku pejamkan mata ini saat ku rindu hadirmu
Maka tak sedetik pun bayangmu menghilang
Begitu hebatnya rasa yang Tuhan sedang titipkan
Untukku untukku untukku
Padamu padamu hanya padamu

Begitu banyak bintang berpijar menemaniku
Namun tak satupun terangi hatiku seperti, seperti hatimu….

**** Lyla Band *****

Selamat ulang tahun anakku…. Kaylafadya Putri Ayuditia…..

Semoga Alloh selalu melindungimu dan melimpahkan cinta-Nya di hatimu anakku,

Selamat Ulang Tahun Anakku Salsabilla Putri Ayudia

Waktu berjalan tiada henti,
Mengiringi perjalanan rembulan dan mentari yang senantiasa terbit dan tenggelam setiap hari,
Mengiringi usiamu yang terus bertambah dari hari ke hari,

Sungguh masa depan yang telah ditulis Alloh didalam Lauh Mahfudz-Nya itu memang ada karena kau telah berhasil melewati satu 1 tahun lagi masa usiamu.

Selain mendoakannmu anakku, tak ada lagi yang lebih penting buat ayah dan ibu. Detik ini ayah dan ibu hanya ingin menyapamu dengan doa,

Semoga dengan bertambahnya usia menjadikanmu insan yang mulia, semakin disayang Alloh dan menyayangi Alloh, semakin umurnya berkah, pahalanya bertambah, segala urusan dipermudahkan Alloh,

Semoga Alloh selalu melindungimu dan melimpahkan cinta-Nya di hatimu anakku,

“Robbana hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiinaa imaama”. Ya Tuhan kami, anugreahkanlah bagi kami istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Furqon:74)

Yaa Alloh Yaa Robb, aku memohon ridho-Mu,

Yaa Alloh anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku, Lindungi anakku selalu dalam genggaman-Mu, Bimbing anakku di kala menghadapi persimpangan yang akan membuatnya bimbang, Berilah kemuliaan hati agar dapat membuatnya lebih berarti, Berilah kebesaran jiwa agar membuatnya lebih bermakna, Rendahkannlah hatinya dengan untuk selalu tulus berbagi, Tanamkan keyakinan untuk selalu berada dalam kebaikan,

“Robbij’alnii muqiimashsholaati wa min dzurriyatii, robbana wa taqobball du’a”. Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku ini.  (QS Ibramim: 40)

Yaa Alloh Yaa Robb,

Terima kasih atas anugrah terindah yang Kau titipkan ini,

Selamat ulang tahun anakku Salsabilla Putri Ayudhia… 9 Desember 2011

Word Robotic Olympiad 2011: Sebuah Proses Pembelajaran Untuk Menjadi Juara Dunia

Menjadi juara dunia itu ternyata tidak mudah,

Manusia terbaik hanya lahir dari ujian terbaik,

Ujian terbaik hanya bisa dilalui melalui ketekunan, keuletan dan penempaan mental secara  kontinu: keep moving and going, sons !!

Menjadi juara dunia itu ternyata tidak mudah. Perlu ketekunan, keuletan, kemapanan dan penempaan mental secara terus-menerus. Melihat para juara dunia beraksi tentunya sangat menarik untuk dikaji karena mereka telah berhasil melakukan apa yang kebanyakan orang tidak dapat meraihnya. Sangat menyenangkan melihat para juara dunia menaiki podium, mengangkat piala dan kemudian mengekspresikan perasaannya. Mereka seolah ingin mengatakan bahwa perjuangan dan pengorbanan yang mereka lakukan selama ini akhirnya terbayar. Bagi anda pengila bulu tangkis tentu mengenal Rudi Hartono juara dunia 8 kali All England. Bagi anda penggila moto GP 500 tentu sangat mengenal Valentino Rossi, juara dunia 7 kali di beberapa tim yang berbeda. Bagi anda yang menyukai tenis, disitu ada Roger Federer. Bagi anda yang menyukai Formula 1 disitu ada Michael Schumacher dan bagi penikmat sepak bola, tentunya sangat mengenal tim-tim juara seperti MU, Barcelona, AC Milan, Real Madrid, Bayern Muenchen dan seterusnya. Jika kita amati lebih dalam tentang diri mereka, ada beberapa kesamaan sikap dan pola berpikir yang selalu tertanam pada diri seorang juara. Begitu pula untuk menjadi juara dunia di ajang World Robotic Olympiad (WRO) yang diadakan setiap tahun. Perlu pola pembinaan yang baik dan seksama untuk dapat menjadi juaranya. Rasanya untuk ajang yang satu ini Indonesia perlu berkaca pada pembinaan yang dilakukan oleh negara tetangga Malaysia. Di Malaysia jauh-jauh hari sebelum WRO dilaksanakan sudah terlebih dahulu membuat kompetisi serupa yang disebut dengan National Robotic Competition (NRC) disetiap zona wilayah sebelum dibawa ke tingkat nasional dan dunia (http://nrc.sasbadi.com/index.php). Nah yang hebatnya lagi program pembinaan disetiap zona tersebut disupport langsung oleh pemerintah melalui Deputy Prime Minister and Minister of Education Malaysia. Indonesia sudah mulai melakukan hal yang sama namun langsung pada tingkat nasional dengan mengadakan Indonesian Robotic Olympiad (IRO). Hanya pembinaan yang dilakukan belum terstruktur dengan baik, karena masing-masing kelompok melakukan pembinaan sendiri-sendiri dan belum mendapatkan dukungan resmi dan dikelola oleh pemerintah. Sementara ini IRO masih dikelola oleh swasta murni.

WRO adalah sebuah kegiatan robotik berskala internasional yang mengundang anak-anak umur 7 sampai dengan 19 tahun dari berbagai negara untuk berlomba mengembangkan kreativitas mereka dalam membuat sebuah robot. Robot yang digunakan dalam kompetisi ini adalah berjenis LEGO Mindstorms NXT Education yang dikembangkan oleh Lego Education. Pemilihan single platform yang digunakan diputuskan oleh WRO Advisory Council dengan harapan agar setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, kompetisi berjalan dengan fair dan produk yang digunakan dapat diperoleh diseluruh negara.

Diajang ini anak-anak dari 35 negara, berlomba mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah melalui sebuah kompetisi desain robot. Melalui even ini seluruh peserta tidak hanya memperoleh tambahan peningkatan kemampuan teknis namun juga memiliki peluang untuk belajar tentang perbedaan budaya, pengembangan ide dan bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai negara.

Setiap tim yang berlomba terdiri dari maksimal 3 anak. Mereka diundang untuk mengikuti kompetisi ini oleh WRO Council melalui perwakilan negara masing-masing. Setiap tim harus membuat, mendisain dan mengembangkan sebuah model robot berdasarkan aturan yang telah ditentukan sebelum dan beberapa saat sebelum lomba dimulai tentunya melalui bimbingan seorang pelatih. Robot tersebut nantinya akan digunakan untuk berkompetisi pada satu dari tiga katagori yang akan dilombakan. Pemilihan tim yang akan ikut dalam WRO, terlebih dahulu ditentukan melalui tahap seleksi yang diselenggarakan oleh panitia lokal disetiap negara. Untuk regional indonesia dikenal dengan Indonesian Robotic Olympiad (IRO) sebagai ajang seleksi awal yang diadakan 2-3 bulan sebelum WRO berlangsung.

WRO pertama kali diadakan tahun 2004 di Singapura. Kemudian berturut-turut ajang ini diadakan dibeberapa negara lain seperti Korea Selatan, Thailand, Taiwan, China, Philipina dan Jepang. Untuk tahun 2011 ini pertama kalinya WRO diadakan di kawasan jazirah Arab yaitu di kota Abu Dhabi, UAE. Organisasi WRO ini dikendalikan oleh sebuah Advisory Council dan Board of Trustees. Advisory Council akan memilih negara penyelenggara WRO 2 tahun sebelum penyelenggaraan melalui sebuah proses bidding. Indonesia akan memperoleh kesempatan pertama kali menyelenggarakan kompetisi ini pada tahun 2013 setelah Malaysia di tahun 2012.

Kompetisi WRO merupakan kompetisi robotik tingkat dunia. Untuk dapat memenangkan kompetisi ini, khusus untuk katagori reguler terlebih dahulu para peserta harus melalui 3 tahapan babak kualifikasi kemudian babak 16 besar, babak perempat final, babak semi final dan terakhir babak final. Seluruh proses kompetisi akan diselesaikan selama 3 hari. Masing-masing katagori memiliki aturan umum dan aturan spesifik yang harus diikuti. Aturan umum berisi katagori yang akan dilombakan, batasan umur dan segala sesuatu menyangkut pelaksanaan lomba. Aturan spesifik berisi informasi yang pada umumnya dapat berubah-ubah tiap tahunnya. Aturan spesifik berisi tema kompetisi, misi robot dan informasi mengengenai aturan detail lomba. Pembagian grup yang akan diperlobakan terdiri dari Regular category (dibagi lagi menjadi 3 tingkatan yaitu: Elementary, Junior high dan Senior), Open category dan GEN II Football.

Untuk regular category setiap peserta diharuskan untuk membuat sebuah robot yang dapat menyelesaikan sebuah misi yang telah ditentukan. Proses penilaian berdasarkan jumlah skor atas keberhasilan misi dan kecepatan dalam menyelesaikan misi. Untuk kelompok elementary tema misi robot adalah guide robot, untuk kelompok junior high tema misi robot adalah stair climbing robot dan untuk kelompok senior high tema misi robotnya adalah recycling robot.

Untuk open category para peserta harus memilih jenis robot sesuai tema yang telah ditentukan, membangun robot dan mempresentasikan hasil karyanya dihadapan para juri. Untuk tahun 2011 ini tema yang diusung adalah “Robot for life improvement”. Sedangkan katagori GEN II Football  merupakan kompetisi perpaduan antara science dan sports. Peserta diminta membuat robot yang dapat bermain sepak bola.

Pada kesempatan tahun 2011 ini SD Bakti Mulya 400 setelah melalui seleksi nasional IRO yang telah diadakan bulan Agustus 2011 di Jakarta terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang WRO. SD Bakti Mulya 400 diwakili oleh Kanza Putra Audiandi (SD kelas 6) dan Trariq Razan (SD kelas 5) setelah berhasil melewati seleksi nasional yang sangat ketat terpilih menjadi satu-satunya tim tingkat SD yang mewakili Indonesia di WRO. Kategori yang diikuti adalah reguler category, level elementary. Dalam kategori ini peserta di tuntut untuk membuat robot yang mampu melewati maze labirint yang berliku-liku, membawa 3 bola pimpong yang berada di tiga titik yang berlainan serta membawanya ke kotak finis dalam waktu yang tercepat.

Bagi SD BM 400, mengikuti kompetisi WRO merupakan suatu pengalaman pertama kali yang sangat berharga terutama bagi Kanza dan Thariq. Meskipun pembinaan robotik di sekolah ini baru berjalan 1 tahun itupun masih dalam bentuk ekstra kulikuler dan jumlah perlombaan tingkat nasional yang diikuti baru 3 kali, namun demikian tidak menutup semangat anak-anak untuk maju menimba ilmu robot ke tingkat dunia. Persiapan untuk mengikuti WRO sudah mulai dilakukan dari bulan Agustus 2011 yang meliputi program pelatihan teknis structural building, programming, simulasi lomba dan pembinaan mental. Seluruh pembiayaan tim BM 400 diperoleh dari sponsor dan para donatur baik dari dalam maupun dari luar sekolah. Dalam hal ini koordinasi antara orang tua sebagai pemrakarsa, pihak sekolah dan FKOM BM dapat terjalin dengan sangat baik saling mendukung guna terlaksananya kegiatan ini.

Berbekal pengalaman yang sangat minim tentang WRO, tim Indonesia yang berjumlah 11 tim dari semua katagori kecuali GEN II football berangkat ke Abu Dhabi tanggal 16-22 Nopember 2011. Hambatan utama pada saat keberangkatan adalah masalah visa yang sebagian baru diterima tepat setibanya di bandara Internasional Dubai. Hal ini terjadi karena panitia lokal Indonesia sangat menggantungkan pengurusan visa pada panitia WRO di Abu Dhabi, sehingga para peserta tidak memiliki akses sama sekali untuk mengetahui secara pasti kapan visa dapat mereka terima. Dalam hal ini koordinasi antara panitia penyelenggara dan panitia lokal Indonesia yang diwakili oleh Mikrobot sangat lemah. Pihak Mikrobot pun meski katanya sudah beberapa kali mengikuti WRO namun terkesan jelas masih dalam tahap belajar dan canggung dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun demikian Alhamdulillah masalah ini dapat diselesaikan.

Secara umum penyelenggaraan WRO 2011 di Abu Dhabi berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan akomodasi penginapan, transportasi, konsumsi, lokasi lomba dan tur bagi peserta. Hanya sedikit masalah teknis pelaksanaan lomba saja yang sering mengalami perubahan khususnya masalah aturan spesifik lomba yang kurang transparan dan tidak lazim dilakukan. Sehingga para peserta sempat dibuat kebingungan dalam melakukan perubahan struktur dan program robot karena ada salah satu surprise rule yang baru diumumkan dan mengalami perubahan pada saat lomba dimulai, hal ini yang tidak diantisipasi oleh tim sebelumnya. Akibatnya tim Indonesia kali ini hanya membawa pulang 1 katagori saja, yaitu peringkat 3 level junior high.

Tim Brain Machine 400 (nama robot dari tim SD Bhakti Mulia) yang diikuti oleh Kanza dan Thariq pada kompetisi kali ini Alhamdulillah dapat mencapai peringkat 23 dunia dari 53 tim (168 orang dari total 21 negara peserta) yang mengikuti kompetisi dilevel elementary dengan memperoleh skor 90 (skor maksimal 120). Sebuah pencapaian yang cukup baik untuk meraka yang baru pertama kali tampil diajang WRO. Mereka bertanding di meja 2 bersama Bigbank-Korea Selatan (110), Cesco-Korea Selatan (50), CGPSRT-Taiwan (50), Cedars-Libanon (40) dan Challenge-UAE (0). Untuk meja 2 ini tim BM 400 memperoleh nilai 90 menempati peringkat kedua dari segi skor di bawah Bigbang-Korea Selatan, namun demikian menempati peringkat pertama dari segi kecepatan tempuh robot (35 detik).Untuk level elementary ini keluar sebagai juara dunia adalah robot Uneven Road dari Taiwan, diikuti oleh China dan Tahiland. Dari segi kemampuan teknis pembuatan struktur robot sebenarnya tim BM 400 tidak ketinggalan dengan negara-negara lain yang sudah terlebih dahulu berkecimpung di dunia robot seperti Jepang, Taiwan dan China. Kelemahan yang cukup signifikan terlihat pada tim BM 400 adalah dari stabilitas dan kontinuitas gerakan robot. Bagian inilah yang perlu mendapat perhatian khusus oleh tim untuk mengikuti kompetisi-kompetisi selanjutnya. (http://wroboto.org/en/wro-2011-live-scoring)

Masalah mental, komunikasi berbahasa Inggris dan interaksi dengan peserta lainnya Alhamdulillah Kanza dan Thariq tidak menemui kendala yang berarti. Mereka dapat menyeseuaikan dengan cepat dan baik. Hanya memang masalah stamina dan ketahanan tubuh khususnya dalam menjalani lomba yang berlangsung selama 3 hari penuh perlu mendapatkan tempaan dan perhatian lebih serius lagi. Rasanya waktu 2 bulan persiapan yang telah dijalani tim BM 400 selama ini terasa masih belum cukup untuk membiasakan anak-anak dalam berkompetisi.

Seperti dikatakan sebelumnya, untuk menjadi juara dunia WRO itu ternyata tidaklah mudah. Perlu ketekunan, keuletan, kemapanan dan penempaan fisik dan mental secara terus-menerus diiringi oleh pembinaan secara terstruktur dan terarah. Disamping itu dukungan dari semua pihak seperti orang tua, sekolah, sponsor dan pemerintah sangat diperlukan. Dari pengalaman selama mengikuti WRO tersebut maka ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk pembelajaran dimasa mendatang sebagai berikut ini.

  1. Persiapan sebelum mengikuti WRO adalah kunci. Para juara memahami betul bahwa persiapan adalah kunci untuk memenangkan sebuah persaingan. Mereka tahu bahwa tanpa ribuan jam yang mereka habiskan untuk berlatih, dan kemudian menjadi satu-satunya pemenang sangatlah tidak mungkin. Untuk itulah mengapa perlu setiap hari menghabiskan waktu berlatih berjam-jam mengembangkan robot guna mengasah secara terus-menerus kemampuan mereka. Tim BM 400 hanya melakukan persiapan selama 2 bulan, karena ide mengikuti WRO baru muncul pada saat mengikuti IRO 2011 bula Agustus di SMESCO.
  2. Perlu sebuah usaha yang luar biasa untuk menjadi pemenang WRO. Satu detik sebuah usaha akan membuat sebuah perbedaan yang signifikan antara menang dan kalah. Para juara dunia mengetahui betul bahwa satu detik dapat menjadikan mereka seorang juara atau hanya runner up. Untuk menjadi yang terbaik di dunia, mereka selalu melakukan usaha yang luar biasa dalam berlatih, memacu diri sendiri untuk melakukan sebuah usaha lebih dan lebih lagi meskipun mereka telah merasa lelah. Contoh nyata sudah dilakukan Kanza di menit-menit terakhir babak kualifikasi 3, ketika mereka dilanda kebuntuan ide karena perubahan rule yang tidak diantisipasi.
  3. Memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai dalam setiap jengkal pikirannya. Jika seseorang tidak dapat melihatnya, maka dia tidak akan dapat meraihnya. Artinya sesuatu tidak mungkin dapat dicapai jika tidak diketahui kemana dan jalan apa yang harus dilalui untuk menjadi seorang pemenang. Juara dunia tidak mengandalkan kesempatan atau keberuntungan untuk meraih kemenangan. Mereka menjadi juara karena memiliki tujuan yang harus dicapai dalam benaknya. Mereka membuat rencana bagaimana mencapainya dan melakukan rencana tersebut dengan penuh disiplin. Tim BM 400 sudah melakukan proses ini, target tim saat itu adalam minimal masil 16 besar.
  4. Melakukan segala sesuatu dengan tuntas. Sekali rencana telah dibuat, mereka selalu menyelesaikan semua tugas dengan tuntas. Tidak ada sedikit pun dalam benak mereka untuk menunda sebuah usaha. Mereka akan selalu berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh misi hingga tuntas, tidak peduli betapa berat misi tersebut, sehingga tidak perlu diragukan lagi bahwa mereka kelak akan mencapai hasil yang luar biasa.
  5. Memiliki momentum untuk menjadi juara. Orang-orang yang konsisten mengetahui dengan pasti rahasia momentum. Jika anda mendorong sebuah mobil awalnya pasti terasa berat, tetapi ketika mobil mulai berjalan, makin lama makin ringan untuk didorong. Kita harus tetap konsisten mendorong mobil tersebut, karena sekali kehilangan dorongan sebentar saja, mobil akan melambat dan kita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membuat mobil tersebut melaju kembali. Seorang juara dunia dapat mengidentifikasi momentumnya sehingga akhirnya dapat mengalahkan lawan mereka.
  6. Bermain untuk menang. Para pemenang sejati mempunyai pola pikir bahwa mereka bermain untuk menang. Mereka mengeluarkan segenap kemampuannya. Untuk menjadi yang terbaik, mereka mengetahui bahwa mereka harus mempunyai pola pikir untuk selalu menjadi nomer satu, bukan sekedar berusaha tidak menjadi yang terakhir.
  7. Ketekunan. Tanpa ketekunan, rasanya mustahil bagi siapapun untuk mencapai puncak, sebab perjalanan menuju puncak tidaklah mudah. Para juara dunia memiliki ketekunan untuk terus melaju tidak peduli seberapa banyak rintangan yang mereka hadapi. Mereka sadar bahwa jalan yang mereka lalui sangat berat, namun mereka tetap bertahan karena mereka memiliki gambaran dengan sangat jelas bahwa jika mereka tidak menyerah, mereka pasti akan mencapai puncak. Hanya tinggal masalah waktu saja. Anak-anak sudah melakukan ini karena sampai menit-menit terakhir mereka masih berlatih dan melakukan perubahan-perubahan terhadap robotnya.
  8. Memahami kelemahan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki kelemahan, tidak terkecuali para juara dunia. Untuk mengatasi kelemahan itu mereka melakukan hal-hal terbaik untuk menutupi atau meminimalkannya.
  9. Optimalkan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Masing-masing dari kita pasti memiliki kekuatan/kelebihan tersendiri. Juara dunia adalah orang-orang yang berhasil memaanfatkan dengan optimal kelebihannya dalam permainan mereka. Mereka melatih kelebihan mereka terus-menerus untuk mendapatkan potensi yang maksimal sehingga mereka memiliki keunggulan lebih dibanding lawan-lawannya. Tim BM 400 sudah membagi tugas dalam membangun robotnya dimana Kanza bertugas membangun struktur robot, sedangkan Thariq bertugas melakukan pemrograman robot.
  10. Kemampuan untuk selalu bangkit kembali bila robot tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ketika seorang juara dunia mempunyai kemampuan seperti pegas memantul, maka setiap kali ia jatuh setiap kali itu pula ia akan bangkit kembali, tidak peduli seberapa keras ia terjatuh. Para juara dunia tidak biasa meratapi kesalahannya, mereka mengambil banyak pelajaran dari kesalahannya tersebut dan bekerja lebih keras agar kesalahannya tidak terulang lagi. Anak-anak sudah memiliki semangat untuk bangkit ini. Hal ini terlihat ketika mereka sangat gugup disaat mengetahui bahwa semua yang sudah mereka persiapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya di babak kualifikasi 1 dan 2. Namun dengan kegigihan Kanza dan Thariq, pada saat kualifikasi ke 3 mereka melakukan perubahan mendasar baik pada struktur maupun program. Hasilnya mereka dapat memperoleh nilai 90 yang sebelumnya pada babak 1 dan 2 hanya memperoleh nilai 20 dan 30.
  11. Keberanian untuk selalu melakukan perubahan dalam bermain (thinking out of the box). Untuk memenangkan permainan, juara WRO harus belajar untuk dapat mengatasi rasa takutnya, karena musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Juara dunia mengetahui bahwa jika mereka takut akan sesuatu, mereka akan kehilangan permainan dan kesempatan menjadi juara. Anak-anak melakukan perubahan struktur robot yang selama ini tak terpikirkan 1 hari menjelang lomba, ini merupakan sebuah langkah berani.
  12. Memiliki mentor yang handal dan berpengalaman. Semua juara dunia mempunyai mentor (pemandu/pembimbing) dan mereka rata-rata mengatakan bahwa mereka tidak bisa menjadi juara dunia tanpa mentor yang setia mendampingi mereka memberikan bimbingan-bimbingan. Seorang mentor yang hebat akan membantu anda untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan yang anda miliki serta memberikan dorongan ‘lebih’ ketika dibutuhkan.
  13. Semangat juang yang tinggi. Juara dunia akan sangat menikmati permainan mereka. Tanpa semangat juang tinggi, sudah pasti akan sulit untuk meraih kesuksesan karena akan mudah menyerah ketika menemui tantangan yang berat. Melakukan sesuatu dengan semangat akan meningkatkan tingkat berhasilan, karena kita akan menikmati setiap detik proses yang dijalani.
  14. Mau selalu dan terus-menerus belajar. Seseorang tidak akan dapat menjadi juara dunia jika tidak memiliki sikap untuk mau terus menerus belajar. Hal itu berarti seseorang harus selalu terbuka terhadap ide-ide baru dan mau mendengarkan orang lain dengan bijaksana. Para juara dunia mengetahui bahwa untuk menjadi yang terbaik, mereka harus menjaga pikiran mereka tetap terbuka dan menyerap ilmu-ilmu baru diluar mereka.

Sebagai penutup, jika anak-anak ingin menuju suatu tempat tertinggi yang belum pernah dicapai sebelumnya yaitu menjadi juara dunia WRO, maka cara yang paling baik dan bijak adalah dengan mengamati, belajar dan bahkan bertanya pada orang-orang yang sudah mencapai prestasi tersebut sebelumnya. Carilah orang-orang terbaik yang bisa dijadikan ’role model’ untuk menjadi juara dunia WRO di Malaysia 2012 nanti.

Ayo anak-anakku, jadikanlah kompetisi yang lalu itu sebagai salah satu bentuk pembelajaran. Bersiaplah untuk mengikuti IRO dan WRO 2012 mendatang.

Berkesempatan mengunjungi Grand Mosque Syeikh Al Zayed, Abu Dhabi, UEA

Diberikan hadiah untuk bermain di Ferrari World, Abu Dhabi UEA

Mengunjungi pantai Jumeira, Dubai

Silaturahmi dan HBH, Sekaligus Pemilihan Ketua ALSTE 90 Korwil Jakarta

Setiap diri manusia sangat bergantung pada berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan. Untuk mencapai kebutuhan tersebut sudah merupakan fitrah manusia untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada.

Allah memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Kaum  muslimin diharapkan untuk tidak sekali-kali melalaikannya. Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban. Ini adalah bukti sebuah kemuliaan. Karena itulah maka berlomba-lombalah dalam melakukan silaturahmi, baik menyambung kembali tali silaturrahim kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh.

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah telah menyebutkan dalam Qs. An Nisaa ayat 1 yang artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Berbekal pemahaman tersebut maka  pada hari Sabtu tanggal 24 September 2011, Jam: 11.00-14.00 WIB, ALSTE 90 Korwil Jakarta melakukan silaturahmi dan HBH di rumah rekan Diany yang dihadiri kurang lebih 25 orang anggota beserta keluarganya. Adapun tema yang diusung kali ini adalah “Memasuki Gerbang Kemenangan Dengan Kesucian Hati Dan Mempererat Tali Silaturahmi”

Disetiap kesempatan acara pertemuan seperti ini Alhamdulillah selalu saja ada pendatang-pendatang alumni SMA 3 Semarang yang baru saja muncul setelah sekian lama. Sejatinya inilah yang melandasi kami untuk selalu menjalin tali silaturahmi yang lama hilang.

Disamping itu pula, tak lupa telah terpilih secara aklamasi ketua baru ALSTE 90 Korwil Jabkdetabek yaitu Saudaraku Muhammad Anis Arianto. Beliau akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ALSTE 90 Korwil Jabodetabek untuk beberapa tahun kedepan selama beliau mau. Selamat mas Anis, semoga dapat selalu menjadi jembatan perekat bagi seluruh alumni ALSTE 90 di Jabodetabek. Amin YRA.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.